>>
home

Latest Post

Cerita tentang “Tak Pasti”

Goresan pensil tentang belajar bersepeda

“Ku pasti jatuh lagi yah,..” kata seorang anak kecil berkaki kecil kepada ayahnya sambil menuntun sepeda kecil beroda dua. Dua roda munyil tambahan yang biasa terpasang di kanan dan kiri roda belakang sepeda hilang entah kemana.

Sambil tersenyum jahil plus plus sang ayah pun memutar bola matanya dan seketika sudah berganti wajah menjadi penuh semangat dan gairah, 

“Pasti jatuh..? yakin ? meski mungkin nanti akan berkali kali jatuh jatuh, bila terus mencoba ayah yakin kok nanti kamu akan bisa” ucap sang ayah sambil membangunkan anaknya yang baru saja terjatuh dan membimbingnya kembali untuk menaiki sepeda kecil beroda kecil.

Anak kecil berkaki kecil itu kembali ke posisi siap mengayuh sepeda kecilnya. Berkali kali anak kecil itu terjatuh lagi dan lagi hingga akhirnya bersama jinggga langit senja, samar samar terlihat siluet anak kecil itu mengayuh sepedanya jauh dan terus menjauh dari sang ayah.

“Ketidakpastian itu satu-satunya yang pasti” Continue reading

Orang disamping kanan ini adalah tersangka dalam berbagai tulisan yang diberikan diblog ini.
Namanya dewa putu am, umurnya kira kira masih 24 tahun.

Blog yang anda kunjungi sekarang ia berikan nama "profil anak angin", Nama anak angin dalam kamus besar bahasa Indonesia mengacu pada angin sepoi sepoi. Angin sepoi sepoi yang biasa membelai lembut pergelangan tangan kita dan selalu dapat membimbing kita dalam masuk dalam alam bawah sadar kita yang nyaman. Angin sepoi sepoi yang kehadirannya tak terlihat tapi dapat kita rasakan. (Aku juga kaga ngerti si apa maksud kalimat kalimat diatas hehehe)

Bila ada kripik dan sarang tawon pada tulisan-tulisan yang saya buat, jangan sungkan untuk menyampaikan kepada orang di dekat anda hehehe. kalo tidak ada orang didekt anda sama saya juga bole di dputu56@gmail.com.

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin