>>
you're reading...
kisah atmosfer

Urban canopy

Kondisi kanopi di wilayah urban jauh lebih kompleks dibandingkan dengan kanopi dari suatu vegetasi. Hal ini dikarenakan daerah urban memiliki variasi yang sangat besar baik dalam hal ukuran, bentuk, maupun tatanan dari kanopi atau elemen kekasapan seperti berbagai gedung, jalan raya, pepohonan maupun beberapa jenis penutupan lahan lainnya. Untuk memahami kesetimbangan energi yang terjadi diwilayah urban sangatlah sulit. hal ini dikarenakan masing-masing penutupan lahan yang karakteristik terhadap energinya berbeda.

Pendekatan yang sangat berguna dalam mendiskripsikan kesetimbangan energi dalam suatu wilayah urban adalah dengan mengibaratkan wilayah urban sebagai ruangan aktif yang berada di permukaan atau dengan kata lain sebuah sistem  seperti sebuah kotak yang berisi mencakupi keseluruhan wilayah urban yang. Sistem ini memiliki suatu kapasitas penyimpanan panas, yang merupakan hasil komulatif dari keseluruhan isi dari wilayah urban tersebut, sedangkan kapasitas penyimpanan untuk setioap partisinya tidak bgitu penting untuk diperhitungkan. Dalam sistem ini pula kita dapat mengabaikan kekompleksitasnya  yang sangat besar berdasarkan tatanan spasial baik itu kemampuan suatu partisi  sebagai sumber penghasil energi maupun partisi yang berperan sebagaipenerima energi.

Sistem yang seperti kotak ini menjelaskan semua parameter fluks energi seperti RN, H dan HL. Perubahan stok panas internal dipengaruhi oleh semua elemen dalam kanopi termasuk tanah dan udara didalam sistem. Suatu energi panas internal yang dibangkitkan karena adanya pembakaran minyak dapat direpresentatifkan sebagai suatu kesetimbangan yang berfluktuasi pada unit luasan hingga  pada sisi atas kotak dari sistem tersebut.

Neraca energi yang terlibat pada sistem itu dapat di gambarkan melalui suatu persamaan matematika padanan sebagai berikut.

RN + HF = H + HL + ΔHS

HF menyatakan energi yang di dihasilkan dari penggunaan bahan bakar oleh masyarakat wilayah urban ataupun partisinya ( pusat kota dan pinggir kota) dengan asumsi penutupan lahan pada sistem adalah homogen dan transfer yang energi yang terjadi dalam sistem diabaikan.

Berdasarkan observasi pembandingan antara daerah urban dan pedesaan yang didapat dari turbiditas, temperatur, albedo serta emisivitas, terlihat bahwa radiasi netto pada daerah urban maupun pedesaan tidak begitu berbeda. Akan ditemukan pula, ada suatu penambahan fluks panas dari faktor antropogenik yang cukup besar pengaruhnya “HF” baik perkapita maupun satu unit populasi.

HF dihasilkan manusia dari berbagai macam kegiatan seperti industri dan transportasi. Dengan membandingkan antara HF dengan RN kita dapat juga digunakan untuk menduga jumlah konsumsi energi warga wilayah urban pada  periode tertentu. Yang mana  pada periode musim dingin konsumsi akan energi akan meningkat tajam. Hal ini dapat dilihat dari nilai HF / RN yang bernilai besar.

Nilai HF / RN cukup bervariatif terhadap skala temporal (diurnal, seasonal) maupun spasial. Dari pola spasial ini dapat juga ditentukan daerah mana yang merupakan hotspot dari suatu sistem. Tempat tempat seperti ini biasanya terletak pada pusat kota. Meskipun beberapa hot spot tidak berada pada pusat kota melainkan pada daerah daerah industri.

Daerah urban memiliki kecenderungan kedap air sehingga besarnya ET dari daerah itu menjadi kecil. Hal inilah yang menyebabkan besarnya panas laten yang berada dikota cukup kecil.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Nilai dari Panas terasa “H” sangat penting untuk di ketahui. Hal ini digunakan sebagai landasan dalam pembangunan infrastruktur seperti atap pada gedung maupun jalan raya yang pada daerah lintang tinggi diusahakan seoptimal mungkin dalam menangkap radiasi. Seperti meminimalaisir albedo dan membuat bangunan yang memiliki kecenderungan tinggi dalam menyimpan energi radiasi.

Dalam sistem juga ditemukan parameter stok. Meskipun tidak dapat diukur secara langsung, parameter ini dapat diduga dengan melihat karakteristik dari setiap partisi. Akan tetapi pada kenyataanya energi yang disimpan pada sistem merupakan parameter residu dari persamaan yang dipaparkan diatas.

 

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: