>>
you're reading...
profilku

Awal dari Sebuah Pengakhiran

Aktis: 9 12 3009

Inilah duniaku dunia dimana para setan berkedok manusia mencari nafasnya melalui darah dan air mata. Hijaunya daun serta pancaran matahari yang mulai meredup digantikan merahnya darah dan pancaran air mata yang merebak kepenjuru dunia, perang antar manusia, antar suku,antar Negara terus berkecamuk di negeri ini sebenarnya aku tak ingin hidup di dunia yang seperti ini tapi inilah hidup sesuatu yang memaksakan kita, serta terus mengarahkan kita pada suatu kenyataan, mungkin terkadang kenyataan yang kita dapat bisa kita terima tapi adakalanya begitu menyakitkan. Namaku Aktis, entah apa yang orangtuaku inginkan dengan memberi nama begitu padaku. Setiap kutanya tentang artinya, ayah selalu menunjuk benda yang aku sendiri sudah berapa benda yang ayah tunjukan padaku yang kesemuanya tidak jarang jauh dari kata sama dengan benda-benda lainya. Ya sudah lah itu tidak penting, sekarang tampaknya ada acara besar dan aku…. hehehe… iseng-iseng lah setelah tadi aku berlagak seperti orang dewasa yang buat lidahku terus bergetar dan ingin tertawa juga. Dan iiiiii……. hayo bosen ya .. dengan  kata dan, dan, dan…. huhuhu… tenang aku bercanda kok yang penting hari ini kayak nya aku bisa nyoba kemampuan ku dalam menyelinap nih… karena di kantor desa tampak nya ada rapat…..

“N: hey Aktis.. jadi gak nih, kita mulai yuk”, nikel memanggilku.. ya.. dia adalah ketua dari kelompok kami  mau tau g’ nama kelompok kami… hmmmm.. apa ya ntar aja deh…” A: ok… Ikel” sahut ku , “ M: sori aku telat… tadi aku kejebak macet” Muha tiba tiba datang “ .”D:hoy gimanasih kamu muha sering banget telat.. “  dipper yang sejak tadi tidur tiduran tiba tiba terbangun. “N: sudah lah ayo kita mulai rencana kita, dipecepat persentasikan denah rapat beserta perkiraan siapa-siapa saja yang akan duduk dimasing-masing tempat  yang kau tadi… dan Aktis,persiapkan diri mu untuk memasang alat penyadap yang telah kupersiapkan lalu Muha siapkan rute untuk aktis dan siapkan rute  tambahan jikalau ada kejadian tak diduga… semua pakai alat komunikasi kalian saya akan membuka sistim pertahanan mereka untuk mempermudah Aktis sekaligus mengkoordinasi kalian.. ingat setiap kejadian yang membahayakan harap lapor saya..” aku tahu ini memang berbahaya tetapi inilah permainan kelompok Hordor..,nama Hordor diambil dari nama maskot kami…huh jadi kangen nih sama hordor sudah sekitar empat hari ini kami tidak melihat keberadaannya… munkin itulah yang menyebabkan Dipper menjadi emosional sekarang karena Dipperlah yang merawat Hordor dari kecil.

Dugdug…du….dug…

Jantungku terus berdetak kencang … aku tidak tahu ada apa… tapi yasudah lah…

Malam ini tampaknya… begitu kelam tapi bukan ,bukan itu yang aku herankan … ada apa ini sebenarnya aku merasakan ada satu hal yang berbeda kali ini.., aku tidak tahu apa bedanya tetapi perasaan… perasaan it uterus menggerogoti pikiranku… fokusku timbul tenggelam… pandangan nikel sepertinya hendak mengoreksi kegundahan hatiku… dia mendekatiku… “ N: Tenang lah kita pasti bisa menyelesaikan semua ini.. Percalah kita pasti bisa mungkin setelah ini akan banyak kejadian yang membuat kita kan semakin bersikap dewasa… percayalah dan katakana padaku apapun yang terjadi kau takan mengatakan menyerah….” aku terkejut melihat sosok nikel yang seperti itu akujuga melihat kecemasannya akan suasana malam ini aku tahu iti “ Baiklah aku berjanji apapun yang terjadi aku tak akan menyerah”…  rencana pun dijalankan entah bagaimana caranya langkah ku teru menambah cepat kaki kaki ringan kuterus menembus ruangan sedangkan Muha terus melihat catatan-catatan kecilnya Dipper terus mencari data data yang menumpuk dan membuat catatan-catatan kecil… sedangkan nikel terus mengutak-atik komputer portablenya…aku pasti bisa aku pasti bisa …. hah… ada sesuatu yang janggal sesekali aku melihat kode-kode dari mereka yang tidak aku mengerti dan kulihat mata Muha mulai meneteskan air mata… dan kemudian cepat cepat mengusapnya… “N: aktis –aktis laporkan keberadaan mu…muha cocokan data mu dengan aktis dan data dari dipper ….” “M: aktis belok kiri di depan mu ada petugas: Lalu  pertahankan kecepatan mu jangan merubah kecepatan tanpa konfirmasi kami disini mengawasi mu… Nikel aktis lima menit 3 utara tujuan… “ .. “D: aktis bersiaplah kamu tiga menit di depan peserta paling awal datang begitu sampai cepat tempelkan alat penyadap itu dan lari ke sisi utara disana ada pintu ambil bola kasti disana dan keluarlah dari jendela… “  huhhuhhuhhuhuhuuhu……… lariku terus konstan …. kreeeeekkkk…. pintu ku buka perlahan…. “ aktis kenapa kamu ter lambat… mana kawan kawan mu …. ?” “ eee…mmmm….mmm…. anu Nikel cepat jawab aku Nikel… Dipper,… Diperr.. Muha, dimana kalian” “ Kami percaya padamu Aktis kami Percaya Cepat pergi bersama mereka untuk mengungsi  zzzzzzzkkkkk……..#*nuuuuuuuuttttttt…“  “cepAAAAt LAAARIIII…….” tiba tiba ada yang menarikku dan secepat orang itu juga ribuan lebah masuk ruangan itu… dengan sigap orang tadi menutup telingaku… dan  ku lihat ribuan lebah itu musnah kemudian kami terus berlari akan tetapi ribuan semut dan lebah lainnya berdatangan mengejar kami beberapa dari kami mulai terperangkap… jeritan demi jeritan pilu terdengar rintihan manakala ribuan semut dan lebah disekelilingnya begitu menyayat hati … tiba-tiba kepulan asap putih datang menyelimuti tubuh kami yang mulai terkena traumatis yang mendalam… “ cepat naik ke mobil….” begitu perintah itu terdengar sontak kami berlari kearah deretan mobil yang telah disiapkan… apa yang sedang terjadi… bagaimana dengan Nikel, Muha dan Dipper  mengapa mereka tidak ikut kami…  aku tidak begitu paham tentang ini apakah yang terjadi bahkan di sepanjang perjalanan kami melihat beberapa desa sudah musnah… tampaknya sudah beberapa hari yang lalu… mengapa aku tidak tahu… sebenarnya apa yang terjadi… bau amis darah begitu mencabik-cabik dadaku puluhan … bukan ratusan hewan dan manusia yang telah menjadi bangkai tergeletak begitu saja sesekali terdengar letupan senapan laras panjang dan kemudian disertai jeritan hewan yang tidak kalah memilukan… sebenarnya apa yang terjadi… Ahhh…. tiba tiba langit menjadi gelap hembusan angin terus meningkat mata kami pun melihat sosok besar diatas kami … tubuhnya begitu besar yang kami lihat hanya ekor yang besar aku tak bisa membayangkan besarnya sosok makhluk itu tetapi aneh nya sosok nya tidak sempurna karena bagian bagian tubuhnya hanya terlihat sedikit seperti hanya beberapa pertisi tubuhnya yang muncul… dan dari belakang kami terlihat bentuk kubah hitam menyelimuti desakami hembusan angin yang begitu besar menerpa kami dan tiba tiba desa kami lenyap bersamaan dengan lenyapnya makhluk besar tadi…

Malam yang mungkin tak pernah ada  bahkan dalam pikiran terliarku… mala mini tak pernah ada… apa yang terjadi ini adalah hayalan ku… tapi… mataku terus terpaku pada sosok pada sosok yang aku sendiri tidak ku ketahui kebenarannya… tapi melihat orang di sekelilingku memperlihatkan perilaku yang sama aku tampaknya… aku semakin takut akan kenyataan bahwa “ Ini… benar… terjadi.”

Besarnya jarak kian memisahkan aku dengan kampung halamanku beserta makhluk entah apalah itu yang membuatnya terus tergerus dari indra visualku…

Selamat tinggal desaku Ceres…

 

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: