>>
you're reading...
kisah atmosfer

Estimasi Suhu Permukaan Dengan Menggunakan Citra Satelit

dalam bentuk pdf: Estimasi Suhu Permukaan Dengan Menggunakan Citra Satelit

Dalam kehidupan sehari-hari suhu atau temperatur diartikan sebagai ukuran mengenai panas atau dinginnya sebuah benda. Suhu berkaitan dengan berbagai proses fisis yang terjadi pada suatu benda seperti pemuaian, perubahan hambatan listrik, juga warna yang dipancarkan oleh benda. Menurut hukum termodinamika 0 “ jika dua system berada dalam keseimbangan thermal dengan system ketig, maka mereka berada dalam kesetimbangan thermal satu sama lain”, oleh karena itu dapat di definisikan suhu merupakan sifat sistem yang menentukan apakah system berada dalam keadaan kesetimbangan thermal. Suhu juga dapat didefinisikan sebagai ukuran energi kinetic translasi rata-rata dari molekul. Makin tinggi temperatur, menurut teori kinetik, makin cepat molekul bergerak rata-rata. (Giancoli 2001)

Suhu dipermukaan bumi makin rendah dengan bertambahnya lintang, hal yang sama terjadi pula ketika ketinggian bertambah. Variasi suhu berdasarkan ketinggian dikarenakan sumberpanas yang paling berperan dalam meningkatkan suhu berada pada permukaan bumi, karena permukaan bumi baik itu daratan maupun lautan merupakan penyimpan panas yang lebih baik dari pada atmosfer sehingga pemanasan atmosfer yang intens justru oleh permukaan bumi. Sedangkan variasi suhu pada lintang yang berbeda berkaitan erat dengan sudut datang dari radiasi metahari yang mengakibatkan daerah tropis memiliki suhu yang relatif lebih tinggi dari pada daerah yang berada pada daerah lintang yang lebih tinggi.

Suhu permukaan merupakan suatu parameter yang sensitif terhadap keberadaan dan jenis vegetasi yang menutupi objek kajian , dan juga kelembaban udara maupun kelengasan permukaan. Parameter-parameter diatas akan mempengaruhi variasi suhu baik yang bersifat temporal maupun spasial suatu permukaan.

Ada berbagai cara untuk melakukan pengukuran suhu permukaan, yaitu dengan menggunakan pengukuran langsung maupun pengukuran dengan menggunakan citraan satelit. Pengukuran secara langsung dapat dilakukan dengan menggunakan termometer maupun perangkat elektronik.

Pada dasarnya estimasi suhu permukaan dengan menggunakan citra satelit memanfaatkan konsep emisi gelombang elektro magnetik benda yang memiliki keunikan  berdasarkan suhu permukaan. Benda dengan suhu berbeda akan mengemisikan gelombang elektro magnetik maksimum pada kisaran panjang gelombang yang berbeda-beda. Akan tetapi dalam skala pixel pada citraan satelit, keheterogenan dari panjang gelombang elektrio magnetik yang diemisikan, selain dikarenakan variasi suhu, keheterogenan ini jugadikarenakan kekasapan permukaan serta penutupan lahan oleh vegetasi. Galat yang diakibatkan oleh hal hal tersebut dapat dikoreksi dengan mengkonjungsikan hasil emisi yang didapatkan dengan menggunakan NDVI. Fraksi penutupan vegetasi (Fraction Vegetation Cover “FVC”) untuk setiap pixel dalam citraan satelit dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini

 

Keterangan:           = nilai NDVI untuk pixel tanah

= nilai NDVI untuk pixel vegetasi

 

Nilai  adalah reflektansi gelombang Infra Merah dekat (NIR) dan daerah merah dari pixel vegetasi. Sedangkan  adalahreflektansi untuk NIR oleh daerah merah untuk pixel yang benar-benar tanah.

Emisivitas permukaan pada skala pixel diturunkan dengan menggunakan NDVI dengan relasi tarhadap proporsi dari penutupan vegetasi.

å=åvPv+ås(1-Pv)+då

Dengan  då=4(då)Pv(1-Pv)

NDVI=ivPv+is(1-Pv)+di

Dari nilai NDVI maka didapatkan nilai emisi setiap pixel dengan menggunakan perumusan.

 

Dari nilai  dapat dicari  atau dalam lansat disebut dengan emisi dari band 6 dengan perumusan:

 

Dari nilaimaka dapat ditentukan nilai dari suhu permukaan dengan perumusan

 

merupakan temperatur permukaan yang di estimasi oleh satelit dengan menggunakan band 6 dan  merupakan konstanta kalibrasi, sedangkan  adalah panjang spektral radiasi (Wm-2sr-1μm-1). Suhu permukaan yang didapat adalah suhu mutlak yang memiliki satuan Kelvin

 

Pustaka

Giancoli Douglas C. Hanun Yuhilza, penerjemah. Hilarius Wibi, editor 2001.Fisika Edisi ke Lima, Jilid I.jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Physics Principles with applications

Handoko. 1994. Klimatologi Dasar : Landasan Pemahaman Fisika Atmosfer dan Unsur-unsur Iklim. Bogor: Pustaka Jaya

Mallick Javed, Kant Yogesh & Bharath B.D. 2008. Estimation of Land Surface Temperature Over Delhi using Landsat-7 ETM+. J. Ind. Geopys. Union Vol 12 no 3

 

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: