>>
you're reading...
atmos

Ukuran Butir hujan

Hujan gerimis, hujan es batu, dan juga hujan lokal dari seorang guru apa bedanya hayoooo….
hahaha…
beda namanya kah???
hmmm….

beda… apanya yah…

yah meskipun selalu n’ memang kagak pernah nyambung, q mw coba share tentang ilmu gaib yg pernah saya pelajarin nih… hehe

kenapa saya bilang ilmu gaib…

cz memang gaib bget dah, GIMANA GAK GAIB…, NIH MATAKULIAH PENAH BKIN GW DPET NILAI “C”

SKALI LAGI NILAI C

SKALI LAGI AH…… nilai “c”

bangga gitu yah rasanya………….. ywda deh.. lgsung ketopik pembicaraan aja.. ini sebuah cerita tentang sebutir hujan… [hbis ini kata2 gx rda tersusun dgn baik…, cz kopas dari laporan praktikum gw]

Ukuran butir hujan dapat diduga dengan diameternya yang memiliki nilai diantara 0.5 mm hingga 6 mm. salah satu metode yang dapat dipergunakan dalam pengukuran butir hujan adalah dengan menggunakan metode kertas penghisap yang terdiri dari beberapa kertas penyaring, yang kemudian digunakan untuk menangkap butir hujan tersebut. Diameternya dapat di diduga dari noktah yang dihasilkan.

Noktah pada kertas saring tersebut akan memiliki diameter yang lebih besar dari pada butir hujan tersebut akan tetapi dengan pengkalibrasian, vulume dari noktah butir hujan dapat diprediksi.

Metode pengukuran lain dapat dengan menggunakan tepung yang diletakan pada sebuah tempat dan dibiarkan terbuka dibawah hujan, kemudian dapat dihitung diameter berupa butir-butir hujan salah satunya adalah hasil pengukuran oleh Laws dan Parson. Pengukuran yang terbaru dilakukan dengan menggunakan peralatan yang modern, antara lain : electromechanical sensor yang dikenal dengan nama Disdrometer,  electrostatic sensor dan optical detector. Dengan menggunakan metode diatas diameter titik hujan terkecil yang bisa diukur hanya 0.1 mm. Untuk melakukan pengukuran pada titik hujan yang berdiameter sangat kecil digunakan suatu metode yang menggunakan panci yang di dalamnya diberi minyak kemudian diletakkan di bawah hujan. Maka titik-titik hujan yang mengapung diatas minyak dengan ukuran yang relatif kecil dapat diukur. Diameter titik hujan terkecil yang dapat diukur adalah 0.025 mm.

Pengukuran fotografik dari bentuk curah hujan telah banyak dibuat oleh para peneliti. Pengukuran ini menunjukkan bahwa titik hujan yang memiliki diameter > 1 mm mempunyai bentuk spheroidal (seperti bola) dengan dasar yang datar. Dimana pada prosesnya titik hujan yang jatuh  akan berbentuk prolate spheroid dan setelah jatuh diatas permukaan tanah akan berbentuk oblate spheroid. Bentuk dari titik hujan dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 1 : tinggi dan lebaar titik hujan

Dimana a adalah jari-jari tinggi titik hujan dan b adalah jari-jari lebar titik hujan. (mauludiyanto, tanpa tahun)

Hal serupa juga dinyatakan oleh Oblack (tanpa tahun) yang menyatakan butir hujan akan akan lebih memiliki bagian bawah yang rata karena tekanan yang dihasilkan oleh udara sekitar serta percepatan gravitasi.

Derajat curahan hujan biasanya dinyatakan oleh jumlah curah hujan dalam suatu satuan waktu dan disebut intensitas curah hujan. Biasanya satuan yang digunakan adalah mm/jam.

AaaDerajat hujan Intensitas (mm/min) Kondisi
Sangat lemah <0.02 Tanah sgsk basah
Lemah 0.02-0.05 Tanah basah keseluruhan tetapi susah membuat puddel
Normal 0.05-0.25 Tanah dapat dibuat puddel dan terdengar bunyi curahan hujan
Deras 0.25-1 Air tergenang diseluruh permukaan dan bunyi kedengaran dari permukaan genangan
Sangat deras >1 Hujan seperti ditumpahkan dan saluran drainase meluap

(sumber sosrodarsono2003)

Hasil dari pengukuran butir hujan dapat digunakan untuk berbagai keperluan dari perencanaan pembangunan ataupun sarana telemetrika.

Begitu pula halnya dalam  perencanaan suatu sistem telekomunikasi dengan menggunakan gelombang radio maka hal yang paling mendasar dan penting untuk diperhitungkan adalah rugi-rugi yang terjadi di udara terbuka, salah satunya yang disebabkan oleh hujan. Semakin besar diameter titik hujan maka semakin besar pula redamannya.

DAFTAR PUSTAKA
Oblack Rachelle.(tanpa tahun). The Shape of Raindrops.[online].
( http:// weather.about.com/od/cloudsandprecipitation/a/ rainburgers. Htm, diakses tanggal 10 oktober 2010)

Mauludiyanto ahmad. (tanpa tahun). Analisa Tentang Distribusi Diameter Titik Hujan dan Pengaruh 
Redaman Hujan pada Gelombang Radio. [online]. (digilib.its.ac.id/public/ITS-Research-11286-131843384-Paper.pdf.
diakses tanggal 10 November 2010

Sosrodarsono & Takeda Kensaku. 2003. Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta: PT Pradnya Paramitra.
Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: