>>
you're reading...
True Story

namanya tak boleh disebut [part 1]

Awal dari sebuah Cerita

ini ceritaku saat SMA dan benar2 terjadi,.. jika anda tidak percaya,…??

Itu adalah hak anda,.. yang jelas sekali lagi aku yakinkan bahwa cerita ini bukanlah karangan,…

baiklah sekarang kumulai cerita,.. hemmm,… mungkin bru hri ini ku dapat menceritakan ini, suatu cerita atau bisa saya katakan suatu peristiwa yang sempat membuat heboh siswa, siswi bahkan guru2 di sekolahku saat itu. kehebohan masal selama 3 hari + 1 Hari di Diklat (Pendidikan Kilat) yang diadakan SMAku , salah satu SMA yang memiliki nama di daerah lampung Tengah.yah Diklat, “Diklat” merupakan salah satu acara faforit disekolah kami, dalam acara itu siswa siswi baru di ‘didik ‘oleh kakak2 tingkatnya dalam organisasi2 atw sering dibilang eskul hmmm.

hehehe,.. bilangnya sih pendidikan tapi,.. yah tau sendirikan. diklat itu gmana yah,..hahaha,.. penuh dengan trick2 biar seru, asiknya diklat tuh kayak berenang sama ikan paus akrobatik dan menembus hingga langit ke tujuh,.. #pke tampang lebay# gimana enggak coba,.. selama 3 hari dua malem bisa ngejailin adek2 kelas,… hahaha,.. #ketawaiblis

owkeh, ku mulai saja yah ceritanya,..

yups, seperti yang kalian ketahui bersama, namaku Dewa (nama samaran), aku merupakan salah satu alumni SMA N 1 Terbanggi besar lampung Tengah. kira-kira 4 tahun yang lalu (sebagai patokan sekarang 2011) tepatnya pada bulan agustus 2007.

Saat itu aku menjabat sebagai ketua program untuk ekstrakulikuler Kelompok Ilmiah disekolahku.

yah,… bisa dibilang aku merupakan ketua yang berwibawa , aneh, hebat , berpemikiran kuat, visioner dan yang baik2 deh. rada narsis yah,.. yaudah deh gx pa2,..

bulan agustus tahun itu sangat berat,.. karena pada bulan tersebut kami (beberapa perwakilan ekskul) dan pihak sekolah sedang pusing2nya melakukan persiapan Diklat. Diklat memang menjadi salah satu acara yang wajib setahun sekali kami laksanakan. tapi entah kenapa, diklat saat ini begitu berat untuk dilakukan. ada beberapa hal2 yang memberatkan kami dalam mengadakan acara ini.

hari itu, lupa q hari apa,.. tapi yg jelas  ntu hari deket2nya dengan hari yang dah kita tentukan sebagai hari diadakannya diklat SMA. aku dan beberapa pengurus, Widia (ketua umum KIR), Fera, dan beberapa org lain sedang rempong2nya membuat proposal kegiatan,.. [sedangkan aku ngegabuuut]

apa anehnya coba???
memang sih gx ada yg aneh,. tapi masa-masa itu sangat melelahkan, proposal kegiatan yang kami buat selalu bermasalah,.. masalahnya tidak lain dan tidak bukan yah masalah dana,… #gx aneh ya,.. masa masa itu merupakan masa-masa yang memapu meningkatkan emosi kami hingga ke titik nadir,.. kebijakan demi kebijakan dari sekolah terus berubah ubah, dari dana minimum , yang tadinya sekolah memberi kebijakan akan menanggung seluruh biaya konsumsi seluruh peserta dan panitia diklat,.. dibatalkan pada saat2 terakhir,.. akhirnya kami2 juga dah yang menjadi korban… kami terlalu lelah,…
Kami terlalu lelah mempersiapkan ini semua,.. hal2 yang tidak pasti semakin membuat kami kesal,.. meskipun yang kami inginkan adalah kebaikan bersama,.. tapi kami ingin tidak begini,..
kami terlalu lelah dengan hal2 yang terus berubah
emosi demi emosi terus terpancar dalam raut wajah kami, tidak hanya di Eskul KIR, eskul OSIS, Basket, Bola, Pramuka, Konseling, Sanggar Konsultasi remaja (SKR). dan masih banyak eskul lain  yang bakal ikut acara ini pun kelimpungan menghadapi keadaan ini. dari sinilah awal kesalahan kami,..
emosi demi emosi terus bergulir kesana kemari akhirnya hujatan2 pun tidak terelakan, lelah, kesal, dan semua rasa yang tak nyaman ini menjadi satu kesatuan yang memulai kekelaman diklat ini,.. dari sinilah semua berawal,.. dari sinilah,..

acara yang berawal tidak dengan baik penuh dengan ,… akan dimulai,….
mungkin ini adalah salah satu acara yang tidak akan pernah aku lupakan (setidaknya saat ini)

yah setidaknya saat ini,…

akan memulai cerita ini,… cerita yang telah lama ku simpan,…
cerita tentang ia yang namanya tidak boleh disebut,…

ia yang selama ini terus membayang bayangi setiap tidurku,… tapi kali ini kupastikan berani untuk menceritakan ini,… dengan harapan ada seseorang yang dapat membantu,..
agar q terlepas darinya,…

ia yang namanya tak boleh disebut

[jika masih ada hari esok untukku]
>>bersambung<<

28 desember 2011

Dewa…

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

4 thoughts on “namanya tak boleh disebut [part 1]

  1. mantab gan makin kreatif az ni si anak angin… he3

    Posted by Dharma Yoga | December 28, 2011, 6:40 pm
  2. bagian 1 ini bagian narsisnya ya…hahahaha

    Posted by selfbeside | February 13, 2013, 2:43 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: