>>
you're reading...
True Story

namanya tak boleh disebut [part 2]

baca sebelumnya juga
namanya tak boleh disebut [part 1]

sebuah Larangan

aku didalam sebuah becak tua tanpa tutup,. terus bergerak melalui sekolah smpku dulu,.. aku merasa sesuatu tekanan, tekanan yang tidak biasa. q tidak tahu tekanan apa itu, nafasku berat, detak jantungku tidak stabil, dan penglihatanku seolah olah berkabut,.. aku masih belum menyadari apa yang terjadi. yang ku ketahui, aku berada dalam sebuah becak,… entah kemana becak tua itu membawaku, aku bahkan tidak ingat kapan aku naik becak tersebut, yang ku tahu sekarang aku naik becak, entah bagai mana, … aku merasa tertekan, ada sesuatu yang menekan… urat2 dalam dadaku,..

sebuah perasaan yang tidak aku kenal, aku merasa takut, tetapi aku tidak tahu harus takut oleh apa. dengan sedikit canggung ku membalikkan kepalaku kearah belakang.

aku semakin merasakan tekanan itu, tekanan yang tidak dapat kugambarkan dengan kata2,.. keringatku terus bercucuran, ia yang ku pandang ,… ia yang kupandang,.. sebuah wajah tanpa kulit, tidak seberapa jelas rupanya, aku tak tahu harus teriak atau bagai mana…, q sadar sekali itu bukanlah manusia,…

matanya begitu gelap, tanpa apapun didalamnya, aku tidak tahu harus lari atau teriak sekuat2nya,.. tetapi tekanan itu menahanku, seluruh badanku tidak dapat ku gerakkan ,.. q hanya bisa memandang sosok tengkorak itu,.. samar samar ku dengar,.. namun hingga sekarang ku masih mengingat kata2 makhluk itu…”aku akan melindungi, siapa yang tidak melihat aku”
 

tekanan itu begitu terasa,.. tekanan itu,….

dan akupun terbangun dari tidur, kulihat langit2 kamarku untuk meyakinkan bahwa itu semua hanya mimpi. akan tetapi tekanan tadi begitu nyata kurasakan.

mimpi ku semalam terus terbayang dalam ingatanku. tetapi hari ini aku harus melupakannya dan ku anggap itu hanyalah bunga tidur.
yupz hari ini merupakan hari hari akan diadakannya diklat,.. hmmm hari yang telah lama ku tunggu. dan pastinya bakal seru. #pakaitampangjahil

[ jum’at sore, hari pertama diklat…!!! ]

sore itu aku dan kawan-kawanku panitia diklat eskul KIR, beserta eskul2 lain sedang melakukan persiapan untuk melakukan diklat. secara kebetulan eskul KIR-ku mendapatkan jatah nginap di kelas sepuluh B dan sepuluh C,..

yah tidak papa lah,..
meski kelas bagian #belakangsekolah, tapi akses ke berbagai tempat sangat dekat, ( toilet, kantin, mushola, dan sumur untuk berwudhu) . untuk laki-laki kami pilih di kelas XB dan peserta wanita kami pilih menginap di kelas Xc,..

kami begitu bersemangat membersihkan kelas [apalagi aku], bukan karena apa yah,.. tapi dendam kesumat plus ide2 jahat buat ngerjain adek2 kelas sudah terpikirkan plus dengan bunga2 di otak2 kami. itupun terlihat dari senior2 muda [senior angkatan dibawah aku] hehehe,.. q dah tua yah saat itu T_T.
dengan semangatnya mereka berceloteh n’ mengumbar2 strategi2 kreatif mereka untuk ngusilin siadek2 kelas,..

yah sebagai senior yang bijaksana dan baik hati, saya iba pada junior2 itu dan berjanji akan baik serta tidak akan jail saya ikut semangat berpikir kreatif dan progresif buat ngerjain adek adek kelasku,… hahahaha… #ketawajahat.

“wa sini,… ada yg btuh aku kasi tau ke-kamu” kata temanku yang bernama rahadian.
dia adalah salah satu sahabat karibku, satu kelas, n’ satu tempat duduk,… hehehe,.. dia juga merupakan salah satu pengurus eskul pecinta alam di sekolah kami. dia dan teman2nya bersama anak2 pramuka mendirikan kemah di lapangan sekolah untuk diklat ini,.. -________________- seharusnya sih semua eskul kyak gtu,.. tapi krena basic eskul2 kyak KIR, OSIS, Basket, SKR, dan eskul2 lain susah n’ kagak ngarti ndiriin tenda. jadinya diklat saat itu hanya eskul2 Pramuka, pecinta alam dan PMR lah yang mendirikan tenda.

aku menyampiri rahadian dan bertanya tentang hal apa yang ingin dia bicarakan padaku.

diapun mengajakku keluar kelas dan sejenak meninggalkan kawan-kawanku yang sedang bekerja…

“napa rahadian?” tanyaku santai

“wa, ntar sebisa mungkin kmu buat peserta atau panitia jangan ngeliat arah sumur itu yah” diapun menunjukan sumur dibelakang eskul kami menginap….
bulu kuduku mulai berdiri,.. peraasaan tertekan yang semalam kembali kurasakan,… perasaan itu begitu jelas terasakan olehku,.. aku tak tahu,… tapi q bertanya pada rahadian…
“kenapa?”

“pokoknya sebisamungkin gx boleh wa,.. disana itu pusat kegiatan gaib disekolah kita, istilah gampangnya, disana itu istananya penunggu sekolah ini”

karena tidak mengerti akupun mengiyakan saja saran temanku itu. karena ku tahu dia adalah teman baikku,.. tapi aku penasaran dengan kata2nya,.. dengan rasa penasaran saat itu langsung ku lihat tempat itu,.. tetapi memang tidak ada apa2 yang ku lihat saat itu,..

hari semakin sore,.. kamipun telah menyelesaikan tugas kami, para peserta diklatpun telah sampai di tempat ,.. dengan bangga akupun melihat mereka,.. yah KIR memang salah satu eskul faforit saat diklat, karena dianggap paling santai dan sedikit gojlokan,.. maklumlah,.. selama ini KIR memang dikenal sebagai eskul yang banyak menggunakan otak dan bukan fisik,.. jadinya yah mereka cari aman bwt didiklat eskul KIR,… -_____-   [gw diremehin]

saat maghrib, adzan pun berkumandang,… seperti biasa karena aku minoritas disini dan yg bnyakkan tman2ku beragama muslim, akupun mendapat giliran untuk menjaga kelas bersama beberapa orang teman peserta perempuan yang sedang berhalangan,.. kami mengobrol ringan saat itu, ntah ngobrol apa,.. disana aku berjanji janji gx ada penggojlokan (janji palsu) dan dengan polosnya peserta2 itu manggut2,.. hehe

tiba2 terdengar kegaduhan tepat didepan kelas kami, tepatnya di eskul Basket.. aku tak tahu apa itu ,.. tapi aku tahu ada sesuatu hal yang terjadi,.. saat itu peserta sedang duduk2 santai di dalam kelas, sedangkan aku dan beberapa panitia sedang duduk2 diluar…, akupun menghampiri mereka,…
disana ada beberapa org yang aku kenal,.. tetapi q lupa siapa saja disana,..
akupun bertanya pada mereka..

“ada apa ?”

“ada kesurupan wa, dua orang anak basket, gx tau mereka kenapa,.. tapi denger2 mereka saat wudhu maghrib tadi bermain2 di sumur dan memainkan timbanya,..” kata temanku
“terus keadaan mereka bagai mana??” tanyaku penasaran
“mereka sudah dibawa ke ruang guru dan dah ada yang ngurus disana” kata org itu lagi

dengan sigap, beberapa org pun mengadakan pertemuan perwakilan para ketua panitia diklat, dan disana diputuskan eskul basketpun pindah tempat. merekapun menyarankan eskul KIR untuk ikut pindah, karena dari segi posisi,.. tepat kamilah yang lebih dekat dengan sumur tua itu,.. yang ditenggarai menjadi penyebab terjadinbya kesurupan pada dua org anggota basket.

aku bingung harus bertindak apa,  dalam pikiranku para peserta, panitia dan senior2 lain harus aman, tetapi q juga berpikir bahwa acara ini berlangsung dengan baik, tanpa adanya kepanikan dan kehawatiran dari peserta,… (karena tanda tangan ku dalam proposal sebagai penanggung jawab semua acara dan peserta eskulku…. T_T #ketuplek—–> jika acara gagal, maka semua kesalahan pasti dilimpahkan ke aku,… #panik )
aku bingung, jika aku memindahkan peserta, ku khawatir akan terjadi kepanikan peserta dan mereka tidak dapat menikmati dan mengikuti acara dengan hati yang damai dan sesuai dengan Luaran yang diharapkan oleh kami,… maka atas pertimbangan itupun aku mengambil tindakan,…!!!

pesertaku tidak ku pindahkan,…!
dan tetap menginap dikelas itu,..

dengan konsekuensi aku harus ekstra melindungi mereka dan berjaga semalaman untuk mengamankan mereka,……..#tampang berapi api#

tetapi tetap merahasiakan kejadian yang terjadi pada anak basket tadi agar peserta dapat mengikuti acara dengan tenang.

beberapa saat kemudian
anak basket telah pindah tempat, tempat kamipun menjadi semakin sepi, para peserta sudah berdatangan dari tempat ibadah dengan wajah berseri seri, tak menyadari apa yang telah terjadi disekitar mereka,] beberapa diantara mereka menanyakan kepindahan anak basket, dan dengan santai ku katakan

“mereka pindah karena kelas mereka kurang enak sedangkan jumlah mereka banyak” hehe

dengan sembunyi2 q ceritakan pada seluruh panitia dan mengkoordinasikan mereka agar lebih hati2 dan menjaga biar peserta tidak dibiarkan berpikiran kosong dan sendirian,.. dan juga satu hal yang terpenting, untuk merahasiakan kejadian anak basket pada mereka, agar peserta tidak panik.

malam pun semakin larut,.. aku, si ferdian dan rahadian berbincang2 serius sedikit jauh dari kelas tempat eskulku menginap,.. q lpa saat itu ada acara apa,.. klo gx salah sih makan atau apalah itu,.. q lpa.

kami disana mulai membicarakan untuk berjaga2 di sekitar kelas kir,..
dilangit burung gagak terus berputar2 diatas sekolah kami,.. aku tidak tahu,.. tapi suaranya sungguh sedu,.. dan bersaut2tan seakan akan ada sesuatu yang hilang. wajahku jelas sekali menyiratkan ketakutan, perasaan tertekan, terus mengerayaangi pikiran dan perasaanku.

“tenang wa, gagak itu gx kenapa2 kok,.. klo mereka ada dua,… tapi klo cma ada satu,.. itu baru pertanda buruk dan ia akan mencari teman”. lama kami berbincang2 dan bercanda, juga makan bersama beberapa alumni,.. sesekali aku melihat keatas,.. dan kulihat sebuah bintang jatuh,.. begitu indah,.. q berdoa “aku ingin punya teman”,.. ntah untuk apa aku berdoa seperti itu,.. itu spontan ku lakukan

sumpah dah,…!

menit menitpun terus berlalu,…
masih terdengar suara gagak itu berputar2 tidak jelas,.. teapi ada sesuatu yang berbeda,.. sekarang suaranya datar,.. dan sama,.. tak bersaut2an lagi,..

ketepis semua kecurigaanku,..

malam sudah semakin larut,…
tiba tiba rahadian yang tadi pergi ke eskulnya kembali ke aku dan mengabarkan ada seseorang teman kami (salah satu panitia entah eskul apa) yang kecelakaan lalu lintas saat perjalanan pulang,.. kami pun mencari informasi tentang keadaan teman kami itu. kepanikan dari kami begitu terbaca di wajah kami,.. beberapa lama kami terus menghubungi orang2 dekat mereka, dan kamipun mendapat kabar bahwa teman kami masih baik2 saja.
mendengar itupun kami kembali tenang, saya pun memutuskan untuk melakukan patroli malam mengitari sekolah, termasuk melihat sekitar sumur,.. untuk meyakinkan bahwa tidak ada apa2 (istilahnya jadi contoh ke panitia biar panitia lain berpikiran bagian belakang kelas kami memang aman dan tidak ada apa2,..)

aku dan salah satu senior muda berkeliling, menyusuri wilayah sumur belakang kelas kami,.. perasaan begitu tertekan dan tidak dapat bernafas, terus menyiksa tubuhku,.. q takut,.. q benar2 takut ,.. hawa dingin terus bergelayut dalam kulit2ku,.. hembusan angin gx tau berasal dari mana terus menemaniku,.. dengan berbekal dua senter aku dan temanku itu terus menyorot2 daerah2 yang kami anggap seram,.. dan sebagai guyonanpun aku mulai sesumbar dan berbicang2,..

” hahaha,.. kyaknya g ada apa2 dah,. liat nih q senter2in tempat2  serem,.. hahaha” kataku dengan rda sesumbar, tapi dah pasti keliatan perasaan takutku.. (ada kata2 yg ku edit,.. biar rda gx sombong,.. coz kata2ku saat itu songong bnget dah seolah2 q nantangin penunggu2 disana,… T_T)
“ia kak” kata temenku dengan biasa2 saja,.. (biasa2 maksudnya biasa dah sama kyak aku agaknya”
sebenernya saya takut beut dah,.. benar2 takut,..!!!
benar2 takut
benar2 T.A.K.U.T.

akan tetapi saat kami sorot2in dan saat ku sorot daerah sumur,..

disana terlihat sosok wanita bebrbaju putih,. ia sedang duduk diatas tiang penyangga sumur tua, ia berambut sepanjang siku dan lurus berponi menutupi mukanya,.. berpakaian serba putih seperti daster tapi begitu bersih,.. q tidak begitu melihat wajahnya,.. tetapi aku mengetahui benar dia sedang memandang kami,.. begitu dalam ku melihatnya,.. wajahnya tetap saja tidak terlihat olehku,… aku terpaku,.. nafasku melambat,.. dan ku dengarkan setiap detak jantungku,.. semakin lama ku memandang sosok tanpa suara itu tanpa gerakan,.. aku tidak sadar berapa lama ku maemandangnya,.. sosok itu,..
tekanan yang sangat besar terjadi di dalam hatiku,.. mengalir semakin deras dalam setiap urat nadiku,.. saat itu ku bnar benar merasakan semilir angin yang mengalir lambat dan dingin begitu menekan segala urat sarafku,… entah berapa kali ku memegang leher kananku,.. karena begitu tidak nyaman,…

ia masih duduk terdiam membisu disana,.. diatas sumur tua itu,… dia,.. aku tidak tahu apa yang harus berbuat,.. kutahan agar sebisa mungkin untuk menyembunyikan rasa takutku pada adik kelasku itu,.. dan kuusahakan agar ku tidak berteriak dan membuat heboh banyak org,.. ku coba,.. dan ku coba berpaling dari sosok dingin itu,…
dari bentuk wajah dan rambutnya dengan spontan q bergeming

“cantik”

temanku bertanya apa yang aku katakan,..
agar ia tidak khawatirpun ku katakan

“oh,… gx ada apa2 kok,.. yuk kyaknya kita hrus muter2 lagi ”
sesekali ku tengok tempat itu dan wanita itu sudah tidak ada,…

aku terus menyusuri daerah lain dengan cara seperti tadi terus menyorot daerah2 yang kami anggap seram,.. kami terus menyusuri daerah2 lain,.. tetapi q selalu terpikir pada kejadian tadi,.. perasaanku masih tertekan, begitu menyiksa,.. keringatku terus mengalir,.. angin2 gx jelas terus bertiup kearah leher bagian kananku,.. bulu kuduku masih berdiri,… q terus terpikir oleh kejadian itu,.. setelah selesai atu putaran dan sampai kesisi dekat perkemahan pramuka, kamipun memutuskan kembali ke kelas tempat kir,..

sampai sana aku menceritakan pada panitia2 bahwa keadaan aman,. tetapi sedikit menyiratkan kembali.pada mereka dengan kata2 santai, jgn biarin adek2nya pikiran kosong, dan bengong aja sih intinya,.. atau melihat kaca yang menuju ke arah sumur tua,.. sembari mengecek horden yang menutupi kaca itu…, kmi disini bkal terus ronda untuk kalian,… #carmukdepancewek2,… Hehehe [dalam hati nangis tersyahdu2]………

malam terus larut,..
ada berita yang menggemparkan kami, bahwa beberapa panitia eskul lain kepergok merokok dan mabuk2an disekolah,.. akibatnya sekolah mengeluarkan kebijakan untuk tidak adanya acara begadang2,… apapun alasannya [termasuk ronda] .

guru dan beberapa org tak dikenal berpakaian seperti ustad mengadakan sidak, disana ia menyuruh seluruh peserta dan panitia masuk kedalam kelas dan tidak ada yang boleh keluar,..!! termasuk kami,.. tetapi ada yang menjadi pikiranku,.. didalam kelas perempuan, ada salah satu panityia yang tiba2 sakit,… dan q dengar dia keracunan obat,.. katanya beberapa saat yg lau saat itu ia mulai merasa sakit, ada salah satu senior yang memberinya obat,..

tetapi setelah di cari tahu ternyata tidak ada satupun senior yang memberinya obat ke panitia itu,..

aku tidak tahu apa yang harus kulakukan pada panitia itu,.. perasaan takut antara tanggung jawab dan menyerah ku melihat tampang panitia itu yang sudah tidak tahu bagai mana lagi bentuknya,.. pucat tak berdaya [tpi cantik] hehe,..

untung ada bebrapa teman kami yang mengerti tentang penangulangan seperti itu…, saat itu q benar2 pasrah pada temanku itu,.. q sudah siap jikalau sewaktu2 di tangkep polisi karena kejadian itu,.. pasrah se pasrah2nya,…

tapi kami harus bergegas masuk,.. dan saat sidak itu berlalu, secara sembunyi sembunyi akupun mengintip keluar,.. dan menayakan keadaan panitia tadi
aku begitu khawatir,. akan terjadi apa2,..

meski sudah ada panitia wanita lain yang mengurus. aku tetap khawatir, takut terjadi apa2 pada org itu (krena klo ada apa2 pasti dah aku yg disalahin #ingettandatangan#) ,..

akupun berjaga2 dan duduk diluar jendela bagian depan bersama ferdian……
q lihat dari jendela depan,.. panitia yang sakit sedang duduk dan dengan memeluk boneka sapinya, dan disekitarnya teman2nya dengan penuh perhatian ada yang mijetin, ada yang ksi susu, ada yang apa q jg gx seberapa jelas melihat dari jendela,..

q gx seberapa ngarti ttg gtu,..

tpi aku sedikit lega melihat itu dan katanya dah dkasi obat lagi,…

tiba tiba terdengar teriakan

GAK ADA YANG BOLEH DILUAR…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
BAIK PESERTA MAUPUN PANITIA,….!!!!!!!!!!!!

GAK ADA YANG BOLEH DILUAR…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

terdengar suara guru paling killer bergelegar,.. dan secepat kilat kamipun masuk kekelas,.. dan berbaring pura2 tidur,…
benar saja tidak lama setelah itu,.. rombongan sidak muncul lagi,….!!!

hdewh,….. tak lama kemudian mereka berlalu, tapi aku masih pura-pura berbaring, telingaku menempel dilantai, begitu juga kulihat ferdian,..

terdengar suara anak2 panita perempuan lewat depan kelas kami dengan gaduhnya.
langkah banyak sepatu begitu jelas terdengar oleh kami…

mereka bercanda ria,.. begitu ributnya,.. dingin di leher bagian kananku terus bergelayutan,.. perasaan tertekan yang tadi sempat tergantikan oleh kekhawatiran terhadap panitia ku, itu menguat kembali. detak jantung terus melambat hawa dingin yang begitu terasa,.. terus mempengaruhi pikiranku,.. suara itu memecah kegelisahanku,… karena dalam pikirku klo ada org bercanda2 pasti gx ada apa2,… q tenang kembali,…

tapi kulihat tidak ada siapa2,..loh….!

aku dan ferdianpun saling berpandang2an sepaham,… kamipun langsung mengintip keluar melalui pintu,.. dan disana tidak ada seorangpun,.. sepi senyap,… tidak ada tanda2 ada org pernah lewat di depan kelas kami,… tidak ada,..

karena ketakutan kamipun masuk lagi kekelas,.. dan pura2 tidur lagi
perasaan tertekan terus bergema didadaku,… semilir angin entah dari mana terus menggerayangi kulitku,.. aku benar-benar takut saat itu,… takut,… takut takut,..

tapi karena aku yang harus bertanggung jawab dengan puluhan org disekitarku akupun memberanikan diri,.. dan duduk di meja yang telah dipinggirkan di dekat jendela belakang,.. disana kulihat ada peserta yang sedang di diklat,.. sedang duduk jongkok dan ada beberapa senior yang membentak2 mereka,..

aku tersenyum lega ,.. dan membayangkan kejadian esok bkal sama seperti mereka,…

semoga malam ini cepat berlalu [dalam hatiku berkata]
tapi malangnya justru inilah permulaan dari semua teror yang hingga kini tidak pernah kulupa

bahkan teror dimalam ini pun belum berakhir disitu,…
ttd

Dewa (tokoh)

bersambung.

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

4 thoughts on “namanya tak boleh disebut [part 2]

  1. semakin menarik… he3

    Posted by Dharma Yoga | December 31, 2011, 2:10 am
  2. wah ceritanya makin manteb

    Posted by selfbeside | February 13, 2013, 2:53 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: