>>
you're reading...
True Story

namanya tak boleh disebut [part 4]

Judul: Kesalahan,.. kesalahan ini kesalahan seseorang

sudah lama sekali cerita ini tidak saya lanjutkan, lama sekali,..
ketakutan yang semakin menjadi-jadi merupakan salah satu alasan yang menahanku untuk tidak menceritakan cerita ini lagi,..

tapi,.. saya butuh sekali bantuan anda.
seperti yang saya duga, ia yang namanya tak boleh disebut “masih disini”. ia masih disini, bahkan setelah saya memasuki dunia kampus, ia beberapa kali menunjukan dirinya. saat diasrama TPB IPB ia tanpa diduga-duga terlihat oleh teman sekamarku saat menunggu aku yang sedang tertidur. dikontrakan pun ia juga menampakan diri didepan tukang pijat. teman sekontrakanku pun pernah melihatnya,..

tapi sulit sekali aku mengakuinya,… bahwa ia adalah, ia yang namanya tak boleh disebut,.. iya ada selalu,.. selalu menemani, selalu selalu,.. saat mengetik inipun ia, sedang berada disampingku, dengan wajah yang pucat ia tersenyum,.. senymnya yang dingin tapi penuh arti,…

“silahkan lanjutkan wa,.. lanjutkan cerita ini,… sialahkan lanjutkan <it’s me> tapi jangan sebut namaku,.. kau taukan siapa yang menulis ini,.. maaf jika ku menggunkankan tubuhmu,… maafkan aku,… karena aku tidak suka kau ketakutan pada ku,… saat kau membaca tulisan ini maka kau akan tersadar,.. bahwa aku ada bukan untuk membuatmu takut,… tolong jangan delete tulisanku ini yah <c****> ”

ish,… yah terserah kamu deh,.. ni gx aku delete tulisan kamu,.. tapi jangan lagi kamu masuk sembarangan yah,.. aku tau kau ada bukan untuk menganggu ku,.. baik, ceritanya akan ku lanjutkan.

cerita sebelumnya:
“kak,… disana,… dipojok sana,.. dia ngeliatin aku terus,… dia marah,… aku takut kak,… matanya merah,… dia besar sekali kak,.. di luars kaca sana,… dia marah kak,.. aku takut kak,… aku takut kak,…”
“dia perempuan pke baju daster putih gx??”
“nggak kak,.. dia besar sekali,… dia marah,… aku takut,.. aku takut kak,……..”
dalam pikiranku,.. ini adalah sesuatu yang benar2 berbeda,.. berbeda,… q tahu sesuatu yang tidak baik bakal terjadi dikelas ini,… dalam benakku ku mulai menghitung2 segala kemungkinan,… ku takut bakal ada kejadian yang tidak dapat aku hendel sebelumnya,… q mulai ragu, kali ini aku benar2 kosong,.. ku merasakan tekanan yang biasa terasa,… sangatlah berbeda dari sebelumnya,… kali ini ku rasakan benar2 tertekan begitu berat,… begitu berat,… begitu berat kurasakan,… {namanya tak boleh disebut [part 3]}
 

dengan muka yang berusaha menutupi ketakutan, saya pun mengintruksikan peserta yang menangis itu untuk membaca doa2 dan mengintruksikan seluruh peserta untuk memulai acara doa bersama dan juga membaca kitab suci masing-masing dengan alasan mmg acaranya sekarang seperti itu.

Blammmm,… lampu pun mati,.. sekolah dalam sekejap menjadi gelap, gelap gulita,… suara burung gagak yang kesepian terus berputar disekitar sekolah kami, seakan akan sedang bersedih, dan mencari sesuatu yang menghilang.

Saat itu saya benar benar limbung. tidak tahu apa yang harus saya perbuat, akhirnya saat itu juga saya pergi keluar kelas dan menuju eskul pecinta alam karena menurut yang saya ketahui bahwa saat mereka naik turun gunung tentunya mereka sering mengalami hal seperti ini. teman yang saya cari adalah Rahadian, ia adalah seseorang dengan bakat khusus bisa dibilang merupakan salah satu Indigo disekolah kami.

dilapangan sepak bola yang telah disulap menjadi tempat pesta api unggun, terlihat begitu sunyi, gelap,.. hanya beberapa lampu badai yang menyala. ditengah tengah lapangan terlihat balok-balok api unggu dari kayu-kayu kering yang besar berdiri begitu gagahnya. di kelilingi puluhan orang, tidak begitu jelas kulihat wajah mereka, mereka hanya terdiam mengelilingi api unggun. saya tidak tahu apa yang mereka lakukan,.. tetapi tanpa sadar air mataku mulai meleleh,.. saya tidak tahu kenapa, tetapi ku merasakan kesedihan yang begitu mendalam, tekanan yang sangat berat kurasakan,.. gerakan angin yang membelalai kulitku pun terasa begitu menekan, berat dan membuatku begitu sulit untuk bernapas.

ditempat anak pecinta alam mendirikan kemah, saya tidak menemukannya, ia sedang pergi tidak tahu kemana. saya dan si embek pun terus mencari rahadian. tetapi tetap tidak ketemu. di kemah pecinta alam yang saya temui adalah haris, saya rasa dia juga bisa membantu saya, ia tidak jauh berbeda dengan rahadian. ia juga teman sekelasku,.. [agaknya bnyak bgt tmen kelasku yg indigo yah]..

akupun menceritakan kesemuanya,..
tanpa menunggu lama aku, mbek, haris dan seseorang anak pecinta alam pun berjalan menuju lokasi kelas tempat KIR menginap, ternyata didepan kelas itu telah ada rahadian dengan wajah panik dengan beberapa orang pecinta alam yang lain.

akupun menghampiri mereka,… tampang mati mereka,… begitu pucat dan ketakutan,… ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada mereka,.. mereka begitu takut,
“ada apa din?? (Tanyaku pada rahadian yg biasa dipanggil udin)”

“ada teman kami yang hilang wa,… ia terus sms kami, di smsnya dia bilang bisa melihat kita, tapi kita gx bisa liat dia. kami dah ngehubungi rumahnya, kata ibunya ia sudah pulang dan sedang tidur. tapi, ia terus sms kami, dan ia menunjukan apa-apa saja yang dia lihat tentang kami. kami yang sedang di depan kelas ini, siapa-siapa saja orang yang ada di sekitar kami, dan apa yang kami lakukan ia tahu semua. dia bilang dia sedang berada ditempat yang tinggi dan tertutup daun-daun rimbun, dia tidak bisa turun karena ada yang mengurungnya. dia sangat ketakutan. dia minta bantuan…

napas ku mulai memberat kembali, sangat berat, aku melihat diriku, aku melihat diriku yang sedang berbincang bincang dengan rahadian,… terulang lagi, begitu terulang lagi. aku melihat aku melihat. aku tidak tahu siapa dia yang sedang berbicara dengan rahadian, ia berwajah seperti aku,… atau siapa tepatnya aku sekarang,.. kudapati diriku diatas , disuatu tempat yang tinggi,.. dan tertutup daun-daun lebat,.. dan aku benar-benar tidak bisa bergerak,.. aku melihat diriku yang sedang berbicara dibawah sana, tidak tahu berbicara apa,… “ku dapatkan aku berada ditempat tinggi,… tempat itu tertutup dedaunan”

ku lihat diriku yang beraada dibawah memandang kearahku,.. kearahku, dan aku mulai bisa merasakan jari-jariku lagi,.. jari-jari yang beberapa menit yang lalu terasa begitu berat,.. aku, yah aku sekarang ada didepan rahadian, aku sedang berbincang-bincang dengannya, sembari memandang kearah sebuah pohon mangga besar di depan aula. aku begitu takut dan tidak menceritakan kejadian itu.

akupun teringat tentang peserta KIR tadi, akhirnya ku mengajak haris dan rahadian masuk kedalam kelas kami, dan langsung menuju pesrta tadi yang menangis sekarang sudah tergeletak begitu lemas dipangkuan seorang panitia,..

ia begitu ketakutan, wajahnya yang memucat mengisyaratkan tekanan yang begitu berat,..
rahadian pun melihat peserta itu dengan pandangan kosong, ia memegang telapak kaki peserta itu yang tidak kalah pucat,.. dan keras kaku,..

sambil berbisik kearah ku rahadian berkata
“dia dah hampir kena wa,.. itu dipojok sana ada makhluk besar yang memiliki tanduk tiga, kita harus kesana, sepertinya ada yang membuat kesalahan, aku tak tau siapa yang salah, tapi kita harus kesana, kalau tidak, peserta ini akan benar benar terkena dan mempengaruhi peserta lainnya”

dengan tampang begitu berat akupun menuruti permintaan rahadian dan pergi menuju sumur tua dibelakang kelas kami, tempan semua dimulai,.. harus segera diakhiri,.. semuanya,… semuanya,..

 
Baca juga cerita sebelumnya:
namanya tak boleh disebut [part 1], [part 2], [part 3]

 

 

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

38 thoughts on “namanya tak boleh disebut [part 4]

  1. wah udh part 4 aja…musti mundur dulu nih
    ini cerita serem ya? klo iya aku tkut bacanyaaa 😆 🙄

    Posted by izzawa | July 9, 2012, 6:15 pm
  2. saya harus mundur ke part2 sebelumnya nih.. 🙂

    Posted by affanibnu | July 9, 2012, 6:36 pm
  3. dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut adalah kau-tahu-siapa…..Lord Voldemort…iya kaaaaann?????

    Posted by Satusatuen | July 9, 2012, 7:32 pm
  4. Hiiiiiiiii… syereem yaa….

    Posted by kakaakin | July 10, 2012, 1:06 am
  5. kok tau2 dah bagian empat sih!!??
    gw ketinggalan banyak nih!!!
    (bacanya merinding, Cyin….)

    Posted by kabutpikir | July 10, 2012, 11:15 am
  6. udah part 4 ya ! aku cari yang lain nya dulu ya 😀

    Posted by dea | July 10, 2012, 2:11 pm
  7. sereemm… >.< *peluk mbak citra dunia lain*

    Posted by Ilham | July 10, 2012, 4:48 pm
  8. like this… foll back yak?? salam kenal 🙂

    Posted by pradiskavindy | July 10, 2012, 9:49 pm
  9. seru juga ceritanya gan…..

    Salam blogwalking

    Posted by Regen Said | July 13, 2012, 3:29 am
  10. part satu-dua-tiganya manaaaaahhh? *celingak-celinguk* 😀

    Posted by itaita | July 22, 2012, 12:41 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: