>>
you're reading...
buah pikir

Ingin jadi “sedikit” Jahat

anak angin versi mafia

anak angin versi sendirian T_T

“Baik yang terlalu baik itu Jahat, Jahat yang terlalu jahat itu Baik

kalimat itu merupakan kalimat yang aku dapat beberapa tahun lalu. dan kini ntah mengapa kalimat itu muncul lagi di otakku.

sebenernya kalimat itu hasil dari kebingunganku pas mikir kira-kira objek apa yg paling kecil ? dan objek apa yang paling besar ?. pertanyaan itu mubeng2 terus di pikiranku setelah Guru SMP kelas satuku dulu bilang objek terkecil adalah “atom” dan saat itu juga aku ngeyel kalo pasti ada objek yg lebih kecil lagi. kelas 3 SMP di ajarin kalo elekron itu yang paling kecil. aku masih ngeyel g percaya, aku yakin masi ada lagi yang lebih kecil dari elektron. kelas 3 SMA katanya ada muon atau apa gitu yg lebih kecil, tetep aku g percaya

dari proses berpikir yang panjang penuh dengan keringat, darah, dan ingus akhirnya akupun mendapat wangsit kalo objek paling kecil itu adalah alam semesta kita.
aku pun puas dengan jawaban itu.

hubungannya dengan kalimat “Baik yang terlalu baik itu Jahat, Jahat yang terlalu jahat itu Baik”  ???
Sebenernya g berhubungan secara langsung si, tapi “jahat baik” dengan “besar kecil” itu sama sama sesuatu hal, bisa kiata anggap sebagai besaran yang relatif. besaran yang g punya pemisah dan batasan yang jelas. contohnya kita yang anggep uang koin 50rb itu kecil, lalu bagai mana dengan semut? terus kita anggep kapal laut itu besar, lalu bagaimana dengan Jaeger Gypsy dager di film pasific rim, di jadiin pedang bro ntu tanker???

kemudian saya juga jadi berpikir, kalau hal yang sama juga berlaku pada “baik jahat”
contoh perbuatan yang sangat sangat jahat yakni “membakar hidup2 raja setan yang notabennya makhluk paling jahat” itu sama aja ngejahatin orang jahat.

contoh lainnya terlalu baik sama orang (atau sama anak sendiri), apa2 kita bantu, dia minta contekan kita kasi terus, dia salah tetep kita bela, dia apa-apa tetep kita bantu sampai seringgggg banget, akhirnya tu orang bener2 sangat tergantung dengan kita agaknya itu g bisa disebut dengan kebaikan lagi.

dari itu makanya aku punya kesimpulan bahwa

“Baik yang terlalu baik itu Jahat, Jahat yang terlalu jahat itu Baik

selain dari dasar pemikiran ku diatas ada kenapa orang pingin sedikit jahat

  • Jadi orang yang terlalu baik itu g enak, enggak jarang kita harus ngorbanin diri sendiri untuk kebahagiaan orang lain, yang belum tentu itu juga membahagiakan orang lain.
  • belum tentu juga dihargai, g bisa dipungkiri kalo perasaan ingin dihargai itu jadi sifat semua orang. meski g terlalu mengharap ucapan terimakasih. tapi g enak juga loh kalau kita sudah baik2 ke satu orang dan orang itu ujug2 terima kebaikan kita dan tanpa sepatah kata ia berlalu begitu saja.
  • tertindas oleh orang2 yang suka cari untung

meski g jadi Jahat banget, jadi pembunuh, pencuri atau penjahat2 dalam arti ekstrim
tapi dalam bersikap aku akan nyoba sedikit lebih jahat,

gimana caranya?
ngurangin dan neken Empatiku, sehingga saat sedikit jahat ke orang g terlalu ngefek ke aku lagi
hehehe

#mungkin

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

6 thoughts on “Ingin jadi “sedikit” Jahat

  1. baik n jahat batasny terlalu ambigiu..
    niatnya baik malah jd jahat, niatnya jahat malah jd baik..

    Posted by kasamago | July 26, 2013, 11:11 am
  2. niatkan kebaikan pada hati kita agar tidak membuahkan sebuah kejahatan… harus menakar kembali hakikat baik,dan hakikat salah. layaknya apa itu benar, dan apa itu salah. mungkin buat kita benar, tapi buat org lain bisa saja salah. nice blog mas dewa 🙂
    salam kenal

    Posted by amymustaq | July 28, 2013, 11:02 pm
    • terimakasih atas sarannya mas 🙂
      kata2 mas super sekali, saya setuju

      Posted by Dewa Putu A.M. | July 28, 2013, 11:08 pm
      • sama-sama mas… saya juga suka dengan pemikran mas tentang kebaikan dan kejahatan. karena orang disekitar saya juga banyak yang bicara “jangan lah jadi orang terlalu baik, nanti ada yang manfaatin loh”. nah dri pernyataan disana kita tahu. bahwa kebaikan pun bisa membawa sebuah permasalahn. 🙂

        Posted by amymustaq | July 28, 2013, 11:13 pm
      • sepertinya sih memang gitu mas, dari pengalaman hidup 22 tahun :).

        yang penting teh tau kapan kita musti baik n’ kapan kita musti lebih baik lagi (baik dalam arti lain “Tegas” sedikit jahat)

        yah kata mas tadi deh, musti di timbang2 dulu

        Posted by Dewa Putu A.M. | July 28, 2013, 11:18 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: