>>
you're reading...
Climate change, kisah atmosfer

Pesta Demokrasi dalam selimut El Nino 2014

ENSO status graph, stages are La Niña WATCH, La Niña ALERT, LA NIÑA, NEUTRAL, El Niño WATCH, El Niño ALERT, El NIÑO

Waspada El Nino (Sumber :BOM) klik gambar untuk penjelasan terperinci

Beberapa bulan ini kita disuguhkan oleh bergagai macam drama politik. Drama politik ini dimulai dari petarungan para calon legislatif 9 April lalu. Mereka, para calon legislatif dengan berbagai macam janji manis saling sikut demi memperoleh kursi kursi parlemen. Semua hal mereka lakukan dan korbankan, dengan cara yang rapi hingga cara yang terkesan amburadul, dari cara yang elegan hingga cara yang bisa dikatakan “Nista” demi duduk pada kursi empuk dan dapat memainkan perannya sebagai penyambung lidah rakyat. Pemilihan legislatif pun sekarang telah sukses dilaksanakan dengan berbagai catatan. Catatan tentang semakin kreatifnya para petarung legislatif kita, semakin sengitnya pertarungan, dan tentunya juga beberapa catatan pelanggaran dan kecurangan yang terjadi, Pemilu legislatif pun usai dengan menempatkan PDIP, Golkar serta Gerindra sebagai partai- partai yang paling banyak menempatkan para kadernya dalam parlemen.

Sekarang kita menuju babak selanjutnya dalam pesta demokrasi Indonesia, babak baru yang menentukan siapa pemimpin kita “bangsa Indonesia” lima tahun kedepan. Dua calon presiden dan wakilnya pun sudah dideklarasikan oleh partai partai pemenang bersama sekutunya. Pada babak akhir pesta demokrasi ini, kita akan disuguhkan pertarungan sengit antara Jokowi-JK yang berhadapan dengan Prabowo –Hata. Panasanya persaingan antara dua kubu pun sudah mulai terasa. Saling adu pendapat secara langsung maupun tidak langsung mulai dilayangkan kedua pihak. Sengitnya persaingan diantara kedua kubu tersebut membuat politik di Indonesia pun mulai memanas.

Seolah ingin ikut menyemarakan pesta demokrasi di Indonesia, El Nino pun dikabarkan akan hadir pada pertengahan tahun ini. Hal ini di prediksikan dengan tingkat kepercayaan cukup besar yakni mencapai 70% oleh Bureau of Meteorology Australia. El Nino merupakan salah satu fenomena unik di kawasan sekitar samudra pasifik. Fenomena El Nino membawa sifat kering dan membawa beberapa ancaman seperti musim kemarau yang lebih panjang dan memundurnya musim hujan, peningkatan titik api kebakaran hutan serta meningkatkan kemungkinan gagal panen dalam pertanian. Selain berpengaruh pada beberapa isu lingkungan seperti yang di sebut sebelumnya. Secara “kebetulan” El Nino juga terjadi di beberapa kerusuhan besar yang terjadi di Indonesia. Kejadian Malari yang terjadi pada Januari 1974, G30S PKI yang terjadi pada September 1965, serta Kejadian Mei 1998 merupakan beberapa kerusuhan besar yang kebetulan terjadi pada saat El Nino.

El Nino yang secara “kebetulan” terjadi pada peristiwa peristiwa besar tersebut tentunya tidak dapat dijadikan dasar bahwa El Nino berdampak langsung terhadap kerusuhan besar di Indonesia. Kebetulan tersebut kemungkinan besar dikarenakan El Nino mempengaruhi aspek penting di Indonesia, yakni pertanian. Usaha pertanian di Indonesia merupakan pertanian yang masih sangat terpengaruh oleh dinamika iklim. Kondisi pertanian yang demikian memiliki kecenderungan yang besar untuk gagal pada masa masa El Nino.Kegagalan dalam usaha pertanian menyebabkan kemungkinan petani merugi cukup besar. Lebih jauh lagi, kegagalan dalam pertanian juga menyebabkan beberapa produk pertanian akan semakin langka. Terlebih lagi kebutuhan akan komoditi tersebut pada El Nino kali ini akan meningkat, karena bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Bila tidak ditangani dengan baik oleh pemerintah, maka inflasi pada beberapa komoditi pertanian di Indonesia pun tidak dapat dihindari.

Inflasi pada berbagai komoditi pertanian khususnya pada bahan pangan tentunya akan berdampak signifikan pada sebagian besar penduduk Indonesia yang berada pada tingkatan menengah kebawah. Kemampuan mereka untuk mengakses bahan pangan akan menurun, Tak ayal, hal ini akan membawa mereka pada bahaya lainnya yaitu bahaya kelaparan. Belum lagi, dengan mulai masuknya tahun ajaran baru pada kalender pendidikan Indonesia yang tentunya menambah daftar panjang beban pikiran sebagian masyarakat Indonesia.

Berpolitik dalam kondisi lapar bukanlah hal yang baik. Dengan tingginya tekanan perut, dan saku yang kemungkinan terjadi pada pertengahan tahun 2014 akibat El Nino, tentunya tidak menempatkan sebagian masyrakat Indonesia dalam kondisi nyamannya. Bukanlah hal yang bijak jika ingin mengganggu orang yang dalam tekanan seperti itu. “Sekali senggol, akan dibacok”, kebanyakan orang yang berada dalam kondisi tidak nyaman akan mudah tersulut emosi dengan hanya sedikit gesekan dari luar. Kemampuan untuk meredam emosi akan semakin kecil dan sewaktu waktu dapat meledak, mencari tumbal untuk dijadikan pusat pelampiasan. Kemanakah emosi itu akan disalurkan oleh masyarakat kita? Tentu kita tidak mengharapkan emosi itu disalurkan untuk hal hal yang merusak pesta demokrasi kita.

Pertarungan diantara kedua kubu calon presiden yang semakin intens, mulai memanaskan pesta demokrasi yang akan mencapai tahap akhir ini. Isu isu politik, baik itu yang termasuk negative, hitam bahkan nista mulai bermunculan di berbagai media. Dengan “cerdas”, Isu isu tersebut bermunculan untuk menggiring para pemegang suara memberikan kearah calon presiden yang diusung sang pelempar isu. Tidak jarang isu miring yang dilemparkan ke salah satu calon menimbulkan dan memicu emosi dari pihak tersebut, yang bila ditanggapi dengan memunculkan isu negative calon lainnya akan menimbulkan efek berantai. Sedikit ucapan yang sensitive yang kurang perhitungan dapat saja berakibat sangat buruk bagi pesta demokrasi kita dalam kondisi masyarakat yang sedang lapar. Bukan sesuatu hal yang tidak mungkin bila sedikit ucapan tersebut dapat memicu kerusuhan yang besar. “Ini bukan hal yang diharapkan penulis dan tentunya para pembaca sekalian”.

Tentunya kita semua tidak ada yang mengharapkan hal yang buruk terjadi hanya karena kesalahan kecil. Tentunya kita tidak ingin jatuh korban hanya karena adanya keinginan akan kekuasaan tapi tidak melihat kondisi rakyatnya. Tentunya kita tidak ingin akan terulang lagi kerusuhan dan kita hanya bisa berucap “Lagi lagi kebetulan terjadi saat El Nino”

“Kedewasaan demokrasi kita akan di uji dalam Pesta Demokrasi dalam selimut El Nino 2014.”

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: