>>
you're reading...
ceritaku

Ini cerita tentang Reog, Jatilan dan aku

image

Hahaha hari ini berasa keren banget, setelah bertahun tahun lamanya akhirnya ku bisa nonton lagi yang namanya kesenian kuda lumping dan reog. Ntah apa yg membuat ku jatuh cinta dengan kesenian2 ini dan ngidam buat nonton sampe rela berpanas2 ria bersepedaan dari kampus ugm ke kawasan Puro Pakualaman.

 

Jujur saat pertama liat reognya mulai dipake dan suara gamelan khasnya di dendangkan senyumku langsung sumringah menaatap kagum setiap detik pertunjukan itu dan tanpa sadar

“air mata menetes begitu saja di pipi”

Seriusan air mata netes gitu aja saking pengennya nonton pertunjukan itu hahaha, lebay banget ya aku. Ku sebenernya berkali kali nonton pertunjukan ini terakhir kali kalo tidak salah tahun 2011 pas acara gebyar nusantara di ipb. Ya itu terakhir kali saya nonton tapi sebenernya tahun 2013 september liat juga tapi g liat narinya.

Tapi mau berapa kalipun nonton tetep aja

jujur aku sayang banget sama kamu reog

Hahaha,.. Ketika nonton reog tadi tiba2 hembusan angin lembut mulai membimbingku ke masa lalu, masa masa disaat tinggiku tidak lebih dari 110 cm.

Ya, saat semunyil itu ku pertama kali ketemu yang namanya reog lagi tampil di sebuah lapangan berdebu. Indahnya bulu bulh merak dan garangnya singa membuat ku terpana dan membeku beberapa saat. Dalam bayangan ku saat itu

“Kalau dah besar nanti ku pingin nari kayak gitu”

Ngangkan topemg reog besar itu pakai gigi tampak keren buat ku dulu dan masih tampak keren buat ku yg sekarang. Reog memang teasuk jarang ada di kampung kami, tapi ada yang ku suka juga selain reog dan gak kalah kerennya yaitu Jatilan

imageAmgin angin pun kembali meluk erat kurasakan bergerak perlahan kearah jemariku sore itu dan membawaku ke imgatan saat ku sudah masuk s dan tinggiku sekarang sekitar 115cm (4-6 sd hahaha lupa aku kela berapa).

Suara suara kaleng dan panci mengalun dengan cukup keras. Di sanalah aku berada dengan pelepah daun pisang di buat seperti kuda dan dari bahan yang sama juga tergenggam sebuah pecut sakti di lengan kami (aku dan beberapa penggemar reog dan jatilan garis keras lainnya) dengan gemulai kami meniru setiap gerakan. Ku pastikan saat itu gerakan kami >75% mirip dengan yg aslinya, kecuali pakem pakem tertentu dan aturan aturan baku tertentu yang memang g bisa didapat tanpa seorang pelatih. Kami bisa niru gitu karena tiap ada jatilan pasti ku cari pohon paling jauh atau diatas pagar beton yg cukup dekat agar semua gerakan terliat tapi cukup jauh dari keributan orang yang kesurupan. Apalagi saat ada yg pegang babi ngepet dan barongan, ku langsung nyerah dan memjauh lebih jauh lagi.

Gerakan demi gerakan kami lakukan tapi kadang diem sebentar (dipause) karena berdebat habis gerakan gitu harus nagaimana lagi dan dah boleh pura pura kesurupan belom?

image

Kesurupan pura puraan aja kami, makan bunga yg dikasi air, (bunganya dimakan beneran biar lebih menghayati permainan) kalo beling dkk g berani hehehe. Dari tempo yang rendah berubah menjadi tinggi, suara suara pecut kamimulai membahana, gaya siku saling berpautpun mulai kami lakukan sambil berputar dan akhirnya kami mulai memerankan tokoh yang kesurupan ada yang makan bunga, koprol2, jadi macan dan masuk ke semak semak, jadi ular dan kadang ada juga yang pura pura kesurupan hebat sampai tidak bisa berdiri.

Pose faforitku adalah macan, sambil meraung raung ala macam dan tangan yang mencengkram rerumputan dengan erat, mulai terasa angin lembut melilit ku

angin pun membimbingku di sebuah lapangan dengan tari reog di depanku di lapangan Puro Pakualaman.

Yah tepat didepanku saat itu reog yang ku idolakan sedang beratraksi mengibaskan bulu2 merak dengan indahnya,

Yah di tempat ini ku melihat dan merasakan Yogyakarta yang satu tahun lebih ini memang cocok menyandang gelar “Istimewa”

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: