>>
you're reading...
ceritaku, mini novel

Anak kecil yang melupakan 30 S

Ia yang muncul dari kertas

Ia yang muncul dari kertas

30 September 2014,

“Akhirnya bulan September sebentar lagi akan berakhir” kata seorang anak kecil dalam hatinya sambil melihat langit melalui jendela berdebunya. Yah, Bulan September yang biasanya membawa serta selimut hitam dan hujan sebentar lagi akan berakhir. Apakah tahun ini ia membawa selimut hitamnya?

Tidak, setidaknya dikotanya yang sekarang,.. si September tidak membawa selimut hitam tahun ini. Sudah satu bulan si anak kecil tak pernah melihat selimut hitam yang biasa membawa hembusan angin lembab. si Anak kecil rindu hembusan angin yang biasa menuntunnya kedalam angan angan.

hembusan angin yang menggandeng kedua lengan kecilnya untuk menapaki sisa sisa memori yang tersimpan oleh batu kerikil dan tanah. Sisa sisa memori yang tersimpan pada jembatan dan bangunan tua yang ia biasa lalui saat menerjang hujan. Sisa sisa memori yang tersimpan dan beresonansi dengan beberapa indranya kemudian dengan tidak sabar bercerita tentang apa yang dialami. Bias antara sisa memori dan imajinasi memberikan memberikan sensasi yang begitu nyata dalam indra si anak kecil. Warna merah kehitaman berbau amis, suara suara rintihan kesakitan dan ketakutan karena rasa sakit tersayat di sekujur tubuh seakan menjadi sajak sajak lagu sedih yang mengalun lembut dalam hati dan pikiran si anak kecil.

Kini sensasi sensasi yang biasa hadir pada 30 S tiba tiba lenyap dan tidak dapat dirasakan lagi oleh si anak kecil. Lenyap bersama lenyapnya senyap tetesan hujan bulan September. Mata si anak kecil menyapu semua benda di dalam jarak pandangnya. Diluar jendela berdebunya. Kerikil berwarna merah gelap, rumput rumput yang melambai lambai lunglai tersapu angin bersama debu debu berwarna coklat yang berterbangan 5 cm diatas permukaan tanah.

“Apakah kalian melupakan memori memori 30 S??” tanya si anak kecil pada kerikil dan debu

tidak ada jawaban. si Anak kecil terdiam beberapa menit sambil menyapukan pandangannya lagi kearah lawan bicaranya. Disana terlihat beberapa rumput muda yang tumbuh diantara celah celah tanah dan ia juga melihat beberapa semurt sedang berbaris rapi perlahan membawa telur telur ke balik rerumputan didepan. Lama si anak kecil menunggu jawaban yang ia inginnya namun tetap tidak kunjung datang.

“Ah sudah laaah,……………… lupakan” guman si anak kecil sambil meraih secarik kertas dan menggambar dan mulai bercakap cakap dengan sosok dalam goresan penanya.

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

13 thoughts on “Anak kecil yang melupakan 30 S

  1. 30S sudah tinggal kenangan.
    Tak ada lagi ‘perayaan’ film sampai tengah malam, lagi.

    Posted by lazione budy | September 30, 2014, 12:38 pm
  2. 30 S sekarang sudah berganti dengan 25 S 😀 dan SBY sebagai pemeran utamanya 🙂

    Posted by rangtalu | September 30, 2014, 2:09 pm
  3. Bulan September sekarang panas nggak bawa hujan lagi hehe..

    Oya, jaman saya kecil dulu masih ada ritual setiap malam 30 S PKI disuruh nonton bareng-bareng..

    Posted by 'Ne | September 30, 2014, 2:48 pm
    • ia mbak, panas banget ya September ini, biasanya kan dah sering basah kuyub karena kehujanan. kalo siang jadi pingin nyebur kolam gara-gara kepanasan hehehe

      waaa ku kayaknya pas jaman2 itu malah tidur deh makanya kurang seberapa inget ada film filem begituan

      Posted by dewa putu am | September 30, 2014, 3:41 pm
  4. tetep maknyos mas Broo

    Posted by Firman Arifin | November 2, 2014, 4:04 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: