>>
you're reading...
atmos, buah pikir, kisah atmosfer

Bergerak lebih lambat untuk sejenak?

Gitar langit saat awan bergerak lambat

Memperlambat gerakan, merupakan salah satu cara untuk mempelajari masalah yang terjadi di sekitar (Maxwell, 2011)

Hei, pasti kalian sering mendapat pertanyaan pertanyaan ini:

  • Ayoo cepat selesaikan tugas akhirmu (skripsi ato tesis)..!
  • Ayoo cepat kenalin pacarmu/calon muh..! atau
  • wooooy cepat dikiiit wooooy, gue dah kebelet boqer nih lama banget lu mah mandinya… dor dor dor !!!!!

Hidup kita selama ini memang dituntut untuk bergerak cepat, Bergerak cepat di segala galanya. Coba kita perhatikan sekitar, di jalan raya mungkin bisa kita jadikan sebagai contoh. Begitu cepat mereka bergerak, jarang sekali terlihat ada tegur sapa dari mereka, yang ada mungkin hanya satu suara miskin makna. “tiiin” udah gitu aja atau biar tidak beringsik biasanya kita hanya mengerakan alis mata kita 1.5 cm ke atas, hmm kadang juga kita mengangkat kepala kita 23.5 derajat keatas untuk bertegur sapa dengan orang yang kita kenal.

Contoh lainnya adalah ketika kita kebelet pipis, kita akan cepet cepet cari kamar mandi. pada saat seperti itu tampaknya kaga perlu dijelasin lagi ya. sepertinya tidak mungkin kita sempet sempetin nyapa orang yg kita temuin dan minum kopi sejenak sambil menikmati k.e.r.i.p.i.k. ato kita mash sempet sempetnya nulis artikel di blog. (bentar ku kebelakang dulu, #permisi )

Oke, kita lanjut lagi, tadi ku bahas soal kebelet pipis ya? maaf maaf tadi salah pokes. baiklah sekarang ku mau bahas tentang

“Kenapa bergerak lebih lambat untuk sejenak.”

hoyong hoyong

hoyong hoyong

Otak dan tubuh kita butuh istirahat. Kita semua pasti tau sampai mana kemampuan diri kita dan seberapa besar tekanan kecepatan yang mampu kita berikan kepada otak dan tubuh kita. Saat otak dan tubuh kita mencapai puncak atas siksaan yang dapat ditoleransinya ia akan memberi kode kode, yang mungkin hanya kita yang bisa paham. Contohnya kalo otakku sudah capek, lelah dan mungkin lapar  doi bakal bunyi “tik tik tik…..” jelas banget suaranya kadang kadang doi kasi effek semacam kita lagi mimpi gitu setengah sadar atau apalah itu dalam bahasa kalian, pandangan blurr dan suara suara seperti bisik bisik semua dan suhu tubuh drop jadi kerasa dingin. Saat itu ku bisanya bilang ke otak, “oke brooo” saatnya kita bergerak lambat untuk sejenak.

Bergerak lebih lambat untuk “sejenak” sebenernya kaga buruk buruk amat kok dan juga kaga buang waktu kita.

  • Bergerak lebih lambat kita akan “menghemat energi” kita. Sebagian besar “energi” kita tidak hanya kita habiskan untuk melakukan gerakan, tapi juga untuk berdaptasi dengan lingkungan kita. Sebagai anak meteorologi hehehe hal ini kita coba analogikan dengan fenomena saat kita naik motor tanpa mengenakan jaket (sebagai bufer udara kalau muak dengan pejelasan berdasarkan anak meteo saya kalian dapat skip penjelasan yang berwarna abu dan miring 🙂 ). Selain kita menggunakan energi dari bahan bakar fosil untuk menggerakkan mesin motor kita, kita juga sebenarnya membakar cadangan energi kita baik glukosa, lemak atau apalah itu untuk mempertahankan suhu tubuh kita. Suhu udara di sekitar kita yang mungkin 20-an derajat C dan tubuh berdarah panas kita yang berada pada kisaran 36 tentunya berimplikasi pada perpindahan kalor dari tubuh kita kelingkungan supaya terjadi kesetimbangan. Jika diam sejenak kita akan sedikit merasa nyaman karena udara tipis disekitar kita mulai mendekati kesetimbangannya, tapi saat kita bergerak maka tubuh kita akan membakar lebih banyak lagi cadangan energi kita untuk memperoleh kesetimbangan, membakar lagi membakar lagi begitu seterusnya saat kita bergerak, semakin cepat kita bergerak maka semakin sukar kesetimbangan itu dipai maka semakin banyak juga cadangan energi kita yang dibakar. jadi semakin cepat kita bergerak maka semakin banyak energi yang butuh kia keluarkan.
  • Bergerak lebih lambat membuat kita “mendapatkan sedikit tambahan waktu” untuk belajar dan memahami masalah masalah yang sedang kita alami secara lebih dalam dan bila memungkinkan kalian dapat menganalisis masalah tersebut dari multi sudut pandang. Dengan bergerak lebih lambat kita dapat lebih mengoptimalkan kelima indra kita. Kita dapat mulai melihat lihat apa yang dulu terlewat karena kita terlalu fokus pada tujuan akhir. Mendengar apa yang mungkin dulu terlalu sayup terdengar dan menghilang bersama effek doppler. meraba apa yang dulu terlalu ramai mendaratkan sensasi di kulit kita sehingga pola kasar halus panas dingin tak bigitu ketara. Mengecap rasa manis, asam, asin, gurih, pahit dan segala kombinasinya yang mungkin dulu tak kita sadari karena kita cenderung menelannya dengan cepat. Dan menghirup aroma embun, rumput, mawar dan berbagai sensasi unik lainnya mungkin tak pernah kita sadari saat kita bergerak cepat dan terhapus angin.
  • Bergerak lah lebih lambat untuk kembali memeluk orang orang yang cintai……………., mungkin saja saat kita bergerak cepat sebenarnya kita sedang lupa untuk apa kita sebenarnya bergerak.

My beloved parent

“Bergerak lebih lambat, untuk sejenak untuk mencium tangan Ayah dan Ibu kita, dan kembali bergerak cepat…….., secepat yang kita bisa untuk mencapai Bintang inpian kita. bergerak cepat tanpa melupakan mereka, mereka yang mencintai kita dan berdoa untuk kita” (om arvignam astu namah sidham)

Referensi:

Maxwell, J.C. ,2011, The 360 Degree Leader: Developing Your Influence from Anywhere in the Organization, Thomas Nelson Inc.

 

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

4 thoughts on “Bergerak lebih lambat untuk sejenak?

  1. So buruan dong nulis lg 🙂

    Posted by yayangneville | February 11, 2015, 4:20 am
  2. setuju setuju setuju….i agree
    hidup butuh gerakan cepat/gercet..yg penting jangan mati cepet2 dan kiamat cepet2 jg..
    wakakakakakakkak….abis zaman skrg serba cepat cepat dan cepat (hp cepat, komputer cepat, kerja cepat, dll)
    yaa begitulah hidup ada waktunya gerak cepat, ada waktunya gerak lambat (lebih tepatnya gerak perlahan tp pasti)

    Posted by Muhammad Faisal Ramadhan | July 1, 2015, 7:05 pm
    • huum mas,

      kalo kaga cepet ntar keburu kesalip.

      ” begitulah hidup ada waktunya gerak cepat, ada waktunya gerak lambat (lebih tepatnya gerak perlahan tp pasti)”

      macam musti tahu kapan injek gas dan kapan musti injek rem yo mas

      Posted by dewa putu am | July 1, 2015, 7:44 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: