>>
you're reading...
atmos, Climate change, kisah atmosfer

Kita buat kekeringan ingkar janji.. !!

Petani cungkring dan lahan kering

Petani cungkring dan lahan kering

Bulan ini bulan kering ! badan kurus kering si cungkring lunglay terbaring di atas serasah daun mpring. Seekor sapi sedang makan rerumputan tak basah, mengunyah perlahan,.. lahan di lahan pak tani cungkring yang sudah tidak ada lagi yang ditanama, hanya ilalang kering tajam bagai taring.
“Hey ring, apa kabar” ucap sang petani cungkring kepada sawah kering.

“baik kring” ucap si kering kepada petani cungkring. pergerakan si kering menambah rekahan tanah, hembusan angin kelembaban rendah mengambil bulir bulir air yang ia sapu, dari rerumputan, tanah bahkan keringat asin si petani kering. Ilalang pura pura bergerak kegirangan, rapuh terkoyak angin tak ber air yang dihembus si kering ke utara dan selatan.

Si petani cungkring melihat sawahnya yang berdebu, hanya ilalang yang menunjukan kehidupan, bergerak terhuyung setengah sadar melambaikan dan beresenandung lara di depan mata sayu petani cungkring. Sembari mengeluh, petani cungkring menatap kembali langit dan bertanya “Ku sudah bosan ni liat kamu mulu beberapa bulan ini, kapan kamu pergi ring?”

Cukup intronya,  🙂

“Kapan kering akan berakhir?”

mungkin pertanyaan itu yang terbesit pada kita semua ya, termasuk saya juga begitu. “kapan musim kering kan berakhir?” mafia emoticonJawabannya simpel,

“Saat musim hujan tiba [titik]” udah itu aja jawabannya, sesederhana itu saja. lalu saat musim hujan berganti musim kering maka musim kering akan datang lagi.  Dan kita mengeluh lagi kapan musim kering akan berakhir? jawaban simpel lagi pun akan muncul “Saat musim hujan tiba [titik lagi]. begitu seterusnya 🙂

Terlepas dari kejadian El Nino, IOD, QBO dan osilasi osilasi lautan itu yang banyak diberitakan banyak media cetak maupun media elektronik beberapa bulan ini. Saya cuma pingin bilang “Kekeringan memang tidak pernah ingkar janji” sekali lagi

“Kekeringa tidak pernah Ingkar janji”

Ada ataupun tak ada faktor pemicu seperti El Nino dkk, kekeringan bisa muncul dimana saja dan kapan saja..! Kekeringan bisa muncul di dataran rendah, hingga dataran tinggi, pada saat musim kemarau maupun musim penghujan. oia kekeringan bisa muncul pada saat banjir lho. Meski jumlah air saat banjir cenderung “berlimpah”, tetapi air “berlimpah” itu kurang sip lah kalo untuk konsumsi. hal ini juga masuk kategori  kekeringan,.. kekeringan yang terjadi saat banjir.

Ada banyak definisi kekeringan, tapi umumnya dapat kita definisikan sebagai

“Suatu kondisi saat air tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan air pada wilayah tersebut” Jika kita telaah lebih lanjut maka kekeringan tergantung pada dua hal yakni “jumlah air tersedia” dan “jumlah kebutuhan air”. Jumlah air tersedia pada suatu wilayah akan memiliki kaitan erat dengan aliran masuk, daya tampung maupun aliran keluar.

 

Jadi secara sederhana Kekeringan dipengaruhi oleh empat faktor:

  1. aliran masuk wilayah, (hujan, sungai, saluran irigasi, truk truk air, parit, pipa pipa atau bahkan sedotan, oia kalo yang kita hitung adalah air secara keseluruhan baik yang berwujud air maupun air virtual minuman minuman kemasan, dagng, sayur mayur dan buah buahan dapat juga dimasukkan)
  2. daya tampung wilayah, (daya tampung air tanah, danau, telaga, kolam, bak bak penampungan, ban ban bekas, kaleng bekas, panci bekas, semua yg bisa mencegah mengalirnya air dah pokoknya)
  3. aliran keluar wilayah (sungai, selokan, pipa pipa, truk truk air, dkk. tapi poin poinnya sama dengan aliran masuk wilayah bedanya cuma arahnya. kalo aliran masuk arahnya masuk kedalam sistem/wilayah kalo aliran keluar arahnya keluar sistem/wilayah)
  4. kebutuhan wilayah (ini ni yang sangat penting dan kadang kita lupa dan cenderung mengabaikan. air digunakan buat apa? pertanian kah, keperluan domestik kah atau untuk industri) pola variasi spasial dan temporal pada masing masing kekeringan menurut kebutuhannya tentu berbeda bila kita sandingkan. pengetahuan tentang variasi spasial dan temporal ini penting lho untuk menangani kekeringan yang kita hadapi.

Dengan mempelajari dan mengendalikan satu atau lebih dari empat faktor kekeringan itu saya yakin,

“kita bersama sama dapat membuat kekeringan ingkar janji tahun depan”

Bagaimana cara sederhananya? saya coba sebutkan poin poinnya aja ya biar kaga kepanjangan hehehe

  1. Perlancar aliran masuk
  2. Tingkatkan daya tampung
  3. Jangan biarkan air terbuang dengan pecuma
  4. bijaklah dalam menggunakan air, sesuai dengan kebutuhan kita saja ya.

Udah itu aja dari saya, sekian dan terimakasih 🙂
semoga kita bisa jawab pertanyaan “Kapan kekeringan akan berakhir?” dengan senyum dan ucapan yakin penuh percaya diri “Emang sekarang kering yaaaa???”

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

6 thoughts on “Kita buat kekeringan ingkar janji.. !!

  1. Mari kita buat kekeringan ingkar janji tahun depan.. 🙂

    Posted by Suci Su | August 19, 2015, 7:18 pm
  2. haha pandai banget u nemu kata2 mirip yg akhiran ing ya

    Posted by winnymarch | August 19, 2015, 9:01 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: