>>
you're reading...
atmos, kisah atmosfer

Ini Cerita tentang Nerang Hujan

Ogoh Ogoh Seputih Raman Lampung Timur

Ogoh Ogoh Seputih Raman Lampung TimurKata kata nerang hujan mungkin sudah tidak asing terdengar di telinga kita (atau kalua para pembaca belum pernah dengar ya seenggaknya udah kaga asing ditelinga saya). Seperti yang terjadi Kemarin, saya mendapatkan pengalaman yang berhubungan dengan “nerang penerangan hujan” kayaknya sih (ini spekulasi adekku). Kemarin siang menjelang sore saat pulang dari mengunjungi saudara yang sedang sakit, kebetulan dan sebenarnya di sengaja juga saya dan keluarga saya melihat pertunjukan Ogoh Ogoh. Singkat cerita cuaca yang sebelumnya hujan cukup lebat dari rumah saudara saya tetapi menjadi kering kerontang tanpa hujan saat kami melewati lokasi festifal, saya dada dada sejenak kea rah ogoh pgoh kemudian lewat lagi. Beberapa raus meter dari lokasi ogoh ogoh hujan pun mulai lagi.

“Kak ini ada yang nerang hujan”

Dang,….

Tiba tiba dalam pikiran saya ada seorang guru yang sedang sibuk ‘nerang’ buat ujan. Si guru sedang nunjuk nunjuk papan tulis sedangkan hujan lagi duduk rapi dan memperhatikan ‘nerang’ dari sang guru.

Sebentar…., Ini tampaknya gak lucu ya, (hehehe)

Dari kejadian itu tampaknya ku tertarik untuk membahas masalh nerang menerang hujan.

Dari pengalaman dan menelusuri beberapa sumber yang kurang dapat dipercaya. Maka akan saya jabarkan beberapa hal yang saya ketahui tentang nerang menerng hujan. Hal pertama yang ingin saya ulas adalah apa fungsi dari nerang hujan?

  1. Ada acara gede (macam festifal ogoh ogoh kemarin, atau acara acara lainnya)
  2. Ada Nikahan
  3. Ada Kebanjiran
  4. Dan yang paling penting ada “pikiran kalau kayaknya bakal ada Hujan”
anak kecil dan hujan

anak kecil dan hujan

Mungkin poin nomor 4 adalah alasan paling utama dari setiap alasan alasan diatas. Soalnya menurut survey yang saya lakukan pada 125 orang yang bisa nerang hujan (ikut ikut cak lontong). 120 orang berkata selalu menerang hujan pada saat musim penghujan, musim musim saat banyak orang punya “pikiran kalau kayaknya bakal ada Hujan” (point 4). Sisanya sebanyak 5 orang ternyata tidak pernah menerang hujan saat puncak musim kemarau.

Hal ketiga yang ingin saya bahas adalah cara nerang yang di lakukan. Beberapa cara ini akan saya kaji sedikit aja dalam posisi saya sebagai lulusan meteorologi. Mungkin beberap cara ini terlihat konyol secara logika maupun dialektik materialis namun ku akui juga dan menganggap semua cara yang nanti kusebut sebagai “pesawat sederhana penerang hujan (PSPH)” itu bekerja dan dengan kata lain ampuh untuk nerang hujan. Hal ini saya lakukan karena biar bagaimana pun saya ‘percaya’ ada “beberapa hal maupun fenomena” yang saat ini belum dapat kita jelaskan dan jawab dengan logika ataupun dialektika materialis kita. Oke kita mulai saja beberapa PSPH yang saya temukan ada di sekitar kita.

  1. Tusukan Bawang merah, dan cabe dengan menggunakan lidi kemudian ditaruh tancapkan di luar. Ku kaga tau bagaimana sejarah dari kepercayaan ini. Ada 3 kemungkinan yang saya himpun untuk menjawab ketika   ternyata PSPH ini berhasil 1 kebetulan; 2 ada radiasi yang belum diketahui dari kombinasi tusuk sate bawang merah dan cabe; 3 PSPH semacam sarana pemicu sugesti ke otak saja, ku pernah membaca suatu konsep komunikasi otak dengan alam sekitar kita yang ternyata tidak satu arah yang hanya merespon dari peristiwa di luar kita atau melainkan lingkungan di luar juga merespon apa yang sudah di sugestikan kedalam otak kita. Yaaa semacam mestakung lah, saat kita yakin akan terjadinya sesuatu maka semesta akan mendukung untuk mewujudkannya termasuk ke hujan. Saran saya sih kalo kita benar benar yakin akan kuasa Yang Kuasa, itu tampaknya sudah lebih dari cukup untuk mensugesti otak kita dan memicu mestakung.
  2. Lempar kanc*t ke atas genting. Kalo hal ini ku g seberapa seneng, hmmm kesannya gmana gitu ya. Seolah olah ngerendahin si ujan. Coba bayangin aja air yang dah susah susah dan tersiksa saat menguap dan berkumpul jadi awan lalu dengan iklas jatuh dari singgasana langit yang megah itu eeeee mlah dilempar kanc*t. Saranku Cuma satu, jangan lakuin. Dah itu aja
  3. Pengantin g mandi sebelum acara nikahan. Mungkin alasan awalnya sederhana ya, yakni agar rambut si calon manten tidak basah dan mudah untuk di dandanin. Tapi kalo buat nerang hujan kayaknya penjelasan di nomor 1 bisa dipake juga deh yg mestakung itu. Hmm tambahan, kalo dipikir pikir saya pun tampaknya males mendekat ke org yg g mandi lama hehehe apa lagi hujan yooo… hehehe pisss
  4. Pake Laser. Tampaknya si keren ya, ku pernah denger ni cara satu ini. Kayaknya bisa sih untuk laser dengan spesifikasi tertentu ntah dengan cara nyesuaiin frekuensi alami dari butir awan agar semakin cepat gerakan (getar) nya atau dari energi yang dipancarkan. Tapi kalo laser konser biasa ku g seberapa yakin bisa, munkin ilmuku bloman sampe ya ahahaha, kapan kapan ku coba telusurin lagi deh.
  5. Tembak awan pake garam dapur (NaCl) ato kalo kata dosenku yg lebih ampuh tu tembak awan pake Perak Iodida (AgI). Tujuan utama dari penembakan ini adalah memicu terjadinya hujan pada awan agar hujan terjadi di luar wilayah yang pengen kita terang. Garam garam tersebut berfungsi sebagai inti kondensasi yang di dalam awan akan mengikat butir butir air, saat butiran air sudah terkumpul dan memiliki berat yang sesuai maka bitir butir air itu akan jatuh sebagai hujan.

Tampaknya masi banyak PSPH yang belum saya sebutkan ya, tapi apapun itu,.. Hmmm bukan saran si, tapi keinginan saya, hujan jangan ditolak tolak lah, kalo buat acara sesuaikan lah dengan musim kalaupun pingin pas musim hujan ya buat acara yang di dalam ruangan. Kalau untuk cegah banjir yaa,.. Buat perencanaan tata ruang yang baik dan sesuai dengan lokasi tempat tinggal kita. Setiap tempat memiliki keunikan sendiri dan saling terkait.

Karena lingkungan kita merupakan sistem yang dinamis, kita g bisa menduga dengan pasti loh apa yang telah terjadi dan akan terjadi saat kita dengan pongahnya mengutak atik alam dengan segala fenomenanya”.

Mungkin itu aja dulu ya yang bisa saya bahas pada hari ini, biar g terlalu panjang ude 900an kata nih . Terimakasih atas waktu kalian untuk membaca postingan saya. Semoga musim hujan ini bertabur berkah bagi kita semua. Oia Selamat Hari Raya Nyepi buat Saudara hinduku seDharma

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: