>>
you're reading...
buah pikir, Isi Otak

Cerita tentang “Tak Pasti”

Goresan pensil tentang belajar bersepeda

“Ku pasti jatuh lagi yah,..” kata seorang anak kecil berkaki kecil kepada ayahnya sambil menuntun sepeda kecil beroda dua. Dua roda munyil tambahan yang biasa terpasang di kanan dan kiri roda belakang sepeda hilang entah kemana.

Sambil tersenyum jahil plus plus sang ayah pun memutar bola matanya dan seketika sudah berganti wajah menjadi penuh semangat dan gairah, 

“Pasti jatuh..? yakin ? meski mungkin nanti akan berkali kali jatuh jatuh, bila terus mencoba ayah yakin kok nanti kamu akan bisa” ucap sang ayah sambil membangunkan anaknya yang baru saja terjatuh dan membimbingnya kembali untuk menaiki sepeda kecil beroda kecil.

Anak kecil berkaki kecil itu kembali ke posisi siap mengayuh sepeda kecilnya. Berkali kali anak kecil itu terjatuh lagi dan lagi hingga akhirnya bersama jinggga langit senja, samar samar terlihat siluet anak kecil itu mengayuh sepedanya jauh dan terus menjauh dari sang ayah.

“Ketidakpastian itu satu-satunya yang pasti”

“Ketidakpastian itu satu-satunya yang pasti”. Ku tidak tahu pasti siapa yang pertama mengemukakan pendapat itu, entahlah juga siapa yang pertama kali berucap macam itu. Mungkin saya, mungkin kalian pembaca tulisan ini, atau mungkin dia yang tidak kita kenal yang kebetulan lewat depan rumah kita sambil berjualan bakso, atau… ah #entahlah *duduk sambil nyeruput teh manis*

Jika tidak mau disebut semua, Hampir segala hal disekitar kita mengandung suatu ketidakpastian. Ada ketidakpastian di dalam permainan dadu, dan bahkan ada pula ketidakpastian arah terbitnya Sang Raja Siang. Sang Mentari tidak pasti selalu terbit dari arah Timur. Beberapa bulan ini condong ke Utara lain waktu conndong ke Selatan. Secara semu terus aja begitu berganti arah terbit sambil menebar ketidak pastian pada angin, hujan, badai dan sanak perudaraan. Biar kagak bosan mungkin. ah sudahlah… *duduk sambil nyeruput teh manis*

Ketidak pastian ada disekitar kita. Seperti pada kisah yang mengawali tulisan ini. Tidaklah pasti anak kecil itu jatuh atau tidak, tidaklah pasti anak kecil itu jatuh kemana, tidaklah pasti ia harus berapa kali untuk akhirnya bisa mengayuh sepedanya dengan lancar. mungkin pada percobaaan ke 3, ke 4, ke 5 atau mungkin bisa saja percobaan ke 345… ah…. siapa yang tau pasti hal itu  *duduk sambil nyeruput teh manis*

Ketidakpastian itu satu-satunya yang pasti. Jadi, sudah deeeh jangan jangan lagi percaya dengan kata pasti. Pasti untung lah, pasti tambah tinggi lah,  pasti sukses lah apalagi frasa frasa macam ,pasti jelek, pasti gagal, pasti jatuh dll. Kata pasti anu atau pasti itu jujur ku tidak seberapa suka, karena sekecil apapun masih ada kemungkinan takdir berkata lain.. #tsaah *duduk sambil nyeruput teh manis*

Ketidakpastian itu satu-satunya yang pasti, hingga waktu menggantikannya dengan kata bermakna lampau. 

Sudah, itu saja yang ingin saya tuliskan pada posting kali ini. Posting ini sengaja ku tulis sebagai pengingat bahwa ku memang hidup di dunia yang serba tidak pasti, jadi ah sudah lah tidak perlu dipikirkan *duduk sambil nyeruput teh manis*

Salam dari seorang yang tidak memberimu kepastian

Dewa Putu AM 

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: