>>
you're reading...
buah pikir, ceritaku, mini novel, profilku

Cerita Tentang Siapakah musuh kita sekarang?

Barong adalah simbol dari  Kebajikan

Di suatu hari yang panas, gerah dan lembab seorang anak kecil sedang bercerita santai sambil menonton televisi bersama kakeknya yang keriput dan berambut tak hitam lagi…. Kaki kecil si anak kecil berayun ayun kedepan dan kebelakang sembari ia duduk di kursi yang jauh terlihat besar jika dibandingkan dengan tubuh kecilnya. Sesekali ia menyilangkan kakinya sesekali pula ia melepas saling silang dan mengayunkannya lagi.

Di depan si anak kecil dan kekeknya terdapat Televisi,.. sebuah kotak ajaib yang dengan segala kemewahannya menawarkan beragam informasi. Informasi apapun baik informasi yang membawa kebaikan dan kesejukan hingga yang “lebih baik lagi”. Di dalam kotak ajaib munculah gambaran dari pemandangan yang sudah begitu akrab di mata si anak kecil tersebut…

Gambar yang sudah tidak asing lagi bagi si anak kecil ber mata kecil, mungkin tidak asing pula bagi kita, atau barangkali dirimu membaca post ini melalui sesuatu yang saya maksud.

Bukan pemandangan alam yang indah, bukan pula gambaran kartun dengan keceriaan warnanya, melainkan sebuah kotak  lebih ajaib lagi yang mampu menampilkan seluruh dunia kedalam genggaman kita. Kotak berbagai warna namun dominan berwarna hitam dan putih, kotak yang selalu dipandang oleh orang-orang sekarang. Orang-orang  yang sering disebut sebagai milenias.

Apakah kotak lebih ajaib yang ada di dalam televisi itu yang dilihat oleh si anak kecil bermata kecil?

Tidak, si anak kecil justru melihat kotak kecil ajaib lain yang sudah sembari tadi berada dalm genggamannya. Sambil mengusap usap penuh kasih sayang ia melihat senti demi senti gawai kecil berwarna hitam di genggamannya. dengan latar layar berwarna biru penuh tulisan dan gambar yang sengaja ataupun tidak dibagikan oleh teman-teman tak kasat matanya.

“Kek, dedek ingin Tanya,… kenapa ya sekarang temen-temen takkasat mata ku jadi begitu aktif di layar biru ini?  Ini si nyamuk  berbicara tentang kejahatan si semut, namun si semut juga tidak tinggal diam dengan membicarakan si nyamuk. Apa semut dan nyamuk sedang bermusuhan kek?” Tanya si anak kecil itu kepada kakeknya yang duduk di dekatnya.

“Oh itu,.. coba scroll kebawah lagi” jawab kakek santai sambil sibuk dengan gawainya juga yang diletakkkan di papan ketik laptop yang sudah tak muda lagi. tapi masih perkasa lho.

Si anak kecil pun menuruti perintah si kakek untuk menggulirkan layar gawainya ke arah bawah. “Oia kek ternyata mereka tidak bermusuhan ya… hehehe, ni ada banyak posting posting mesra di antara mereka” jawab si anak kecil itu lagi

“Hmmm… gini cu, jadi yang kamu lihat itu, baik yang awal maupun kedua semuanya itu hanya ulah oknum… bukan keseluruhan semut maupun nyamuk,.. memang keliatan banyak sih, soalnya baik kotak ajaib yang ada di genggamanmu maupun cara pandang kita masih terlalu kecil untuk menangkap semua kisah.. jadilah diperlukan Framing-Framing untuk memperkecilnya.. yaaaah walaupun kadang frame satu dengan lainnya bisa saja saling berlawanan…” Jawab sang kakek sambil tetap menatap layar ajaib berwarna merah di genggamannya..

Sang kakek pun bernafas sebentar #Ngiiiiik,..  lalu kemudian melanjutkan ceritanya.. ” Tapi yakinlah cucuku,.. mereka tau kok siapa musuh mereka sebenarnya…?” ulas kakek

“Kek,.. Mama rika dan Papa Joni datang” sayup sayup terdengar anak kecil itu memanggil kakeknya dari kejauhan

“Bukan,.. bukan mama rika dan papa Joni yang musti diwaspadai oleh kita cucuku,.. Kamu tau tidak,.. sebenarnya lokasi musuh kita sudah diperkirakan oleh karya-karya sastra ratusan tahun yang lalu,..

Dari Sastra Ramayana kita belajar bahwa musuh manusia berada jauh di negeri seberang lautan,.. Dari Mahabarata kita diajari bahwa musuh mulai mendekati kita sangat dekat dan menyusup sebagai keluarga,.. tapi tahukah kamu setelah itu kenapa tidak ada cerita se-epic kedua cerita itu lagi mucul di dunia kita sekarang ini cuu…”

Sambil menarik nafas panjang sang kakek pun melanjutkan ceritanya..

“Itu karena musuh sudah sangat dekat dengan kita,.. Ia menyusup begitu dekat dan berada dalam Hati dan Pikiran kita cu”

sang kakek mengambil sedikit napas lagi #hiiiiikkk

“Jadi begitu cu,… ”

“Musuh terbesar kita sekarang sebenarnya berada dalam diri kita, ia menyusup sebagai Napsu, Ketamakan, Kemarahan, Kebingungan, Mabuk dan yang paling parah adalah Iri hati,…”

Si kakek menarik napas lagi #Ngiiiiik sambil melanjutkan pembicaraannya lagi yang mulai terpotong potong menyesuaikan dengan napasnya yang juga sudah terpotong potong oleh usia

“Oleh karena itu..”

si kakek mulai mengalihkan pandangannya dari gawai yang sendari tadi ia tatap,.. dan mengarahkan pandangan kemata cucunya

Tapi cucunya sudah tidak ada

Sang cucu sudah asik makan sate pemberian Mama rika dan Pak Joni……….

 

Sekian cerita ini….

Jika kalian bertanya apa hubungannya dengan Ilustrasi Barong  di atas,.. saya juga kurang begitu paham sih,.. Saya kira cukup bagus aja Gambar barong saya taruh di postingan ini. hehehe

Advertisements

About dewa putu am

I'm a agro meteorologist. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe I like studying too hehehe but I lie.

Discussion

2 thoughts on “Cerita Tentang Siapakah musuh kita sekarang?

  1. Ya.. benar sekali. Musuh terbesar manusia itu ada di dalam dirinya sendiri

    Posted by Ni Made Sri Andani | May 15, 2017, 1:22 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin

%d bloggers like this: