>>
archives

Tutorial ER Mapper

This category contains 1 post

Tutorial ER Mapper

hmmm….., untuk mempermudah lwat download disini aja tutorial1_pendahuluan nya aja ya

ERmapper merupakan salahsatu Softwere yang dapat digunakan dalam melakukan pengolahan data satelit. Setelah program ERMapper dijalankan akan tampak tampilan seperti berikut.

Ada beberapa menubar yang terdapat menu dalam baris menubar pada ER Mapper yaitu File, Edit, View, Toolbar, Process, Utilities, Windows, Help. Dan beberapa toolbar Standart, toolbar fungsi yang sering digunakan (Common Function), dan biasanya pula ditampilkan toolbar forestry.

Didalam toolbar standar terdapat beberapa tool yang biasa digunakan untuk membuka lembar baru “new”, membuka file, menyimpan maupun mencetak, serta  toolbar untuk mengubah bentuk pointer serta merefresh. Dan membatalkan proses.

Diatas ini merupakan tampilan dari toolbar Common function. Toolbar ini menyediakan berbagai tool yang biasa digunakan seperti  (edit algorithm). Tool ini akan menampilkan tampilan form edit algoritm seperti dibawah ini

Form inilah yang sering digunakan untuk melakukan berbagai pengolahan  citraan satelit kita. Citraan satelit setiap kanal(band) yang diolah dapat dianggap sebagaai suatu lembar lembaran citraan (layer) yang dapat kita identifikasi sebagai pseudo layer, red layer, Green layer ataupun beberapa layer lainnya seperti kelas dan lain sebagainya. Didalam form ini terdapat beberapa tool yang dibutuhkan dalam pengolahan citraan seperti memotong layer, copy, paste, dan duplikat layer.

Untuk membuka citraan satelit, dapat diklik tombol “Load dataset”   , maka akan tampil box seperti berikut. Untuk membuka citra yang disimpan di drive tertentu dapat dilakukan dengan mencari drive pada menu volume, kemudian klik drive dimana kita menyimpan data citra.

Untuk membuka file citra bila kita melakukan pengolahan di banyak kanal atau layer yang digunakan lebih dari satu, maka untuk membuka citraan satelit dapat gunakan “ok this layer only”. Tombol ini akan membuka citra  hanya pada layer yang kita kehendaki.

Selain membuka citraan yang biasanya memiliki ekstensi .tif, kita juga dapat membuka hasil olahan citra kita yang memiliki ekstensi .ers ataupun .alg. setelah citraan satelit dibuka maka akan tampil gambar seperti pada dibawah ini.

Kita dapat melakukan penyorotan hanya pada data saja “ zoom to all dataset” dengan cara klik kanan pada citra-quick zoom-zoom to all dataset.

Dalam ER Mapper dapat juga digunakan untuk membuka beberapa citra, dengan cara menduplikasi layer dengan menekan duplikat layer pada box edit algoritm sebanyak keperluan dan kemudian memberi nama sesuai keinginan kita untuk setiap namanya. Akan tetapi diusahakan nama itu mencirikan citra yang sedang dibuka agar mudah diingat dalam pengolahan lebih lanjut. Setelah dilakukan penamaan layer, kemudian buka citraan yang diinginkan pada setiap layer dengan cara sama yang sudah dijelaskan diatas. Maka akan tampil seperti pada gambar dibawah ini.

pada gambar disamping digunakan tiga layer yang diberi nama layer 1 untuk citra landsat kanal 1, layer 2 untuk citra landsat kanal 2 dan juga layer 3 untuk citra landsat kanal 3.

Meskipun yang dibuka ada beberapa layer, namun hanya layer paling ataslah yang ditampilkan pada tampilan citra.

untuk mengabungkan setiap layer (layer bias dari citra pada kanal yang berbeda) ada dua cara yang dapat digunakan. Yaitu setelah kita buka layer-layer yang kita butuhkan maka proses selanjutnya adalah menyimpannya dengan cara seve pada menu bar file-Save As atau klik kanan pada gambar- file-Save As.

Maka akan tampil box seperti disamping. Pilih ekstensi “.ers” (ER Mapper raster dataset) untuk menyimpan data sebagai citra dalam bentuk raster. Atau bentuk “.alg” untuk menyimpan algoritma pengolahan citra yang dilakukan tanpa menyimpan kembali file induk. Setelah di beri nama dan ekstensi dan ditempatkan di folder yang diinginkan lalu tekan “OK” maka akan tampil box sepertyi dibawah ini.

Untuk melakukan penyimpanan secara default dapat langsuk ditekan OK. Maka ER Mapper akan memproses penyimpanan. Dan akan tampil load box, proses ini akan memakan sedikit waktu tergantung pada data type yang kita simpan (default: Unsigned8bit Integer).

Citra yang sudah digabungkan akan terlihat seperti dibawah ini. Pada citra tersebut akan terlihat layer-layer yang telah digabungkan.

Baik citra yang sudah digabung maupun belum sebenarnya kumpulan dari DN value atau nilai digital yang mengisi pada setiap sel gambar (pixel) pada satelit landsat ukuran pixelnya sebesar 30×30 meter. Setiap pixel itu berisi nilai dari 0-255 untuk citraan landsat yang memiliki resolusi radiometric 8 bit. Nilai 255 ini didapatkan dari 8 bit= 28= 256 tingkat keabu abuan yang dinotasikan dari nilai 0-255.

Untuk melihat nilai pada suatu pixel, klik kanan pada citraan dan pilih “Cell value profil” dan untuk melihat posisi koordinatnya dapat dilakukan klik kanan pada citra kemudian pilih “cell coordinat”.

Setelah diklik “Cell value profil” dan “cell coordinat” maka akan tampil box seperti pada dibawah ini. Pada box cell value profil akan muncul matrix 3×3 yang menampilkan nilai-nilai sel dan sekitarnya nilaitetangga, kurfa signature, serta nilai setiap band.

Sedangkan pada box koordinat berisi posisi pixel (baris dan kolom), koordinat pixel dalam UTM dan koordinat geografi,

Kurfa signature pada box cell value profil biola digunakan pada citra yang menggunakan banyak kanal dapat diguinakan sebagai identifikasi apakah perairan, lahan terbuka atau vegetasi.

Pada saat citra baru dibeli, terkadang belum memuat informasi-informasi cira. Kita dapat menambahkan informasi-informasi itu dengan melihat dari meta data yang terdapat dari file citraan kemudian memasukannya melalui ER Mapper. Yaitu dengan cara klik load data set pada box “edit algoritm” kemudian sorot pada data yang ingin kita berikan informasi citra dan klik info, maka akan muncul box seperti pada dibawah ini.

kita dapat menambahkan informasi ataupun memasukan informasi dengan melihat pada meta data yang disediakan dan menekan edit pada box “Dataset Information”

maka akan muncul box “data set header editor” didalam kotak itu dapat kita berikan informasi versi, sumber data, nama sensor satelit yang digunakan, serta info-info lain yang berkaitan dengan raster info, coordinat dan beberapa catatan yang dianggap penting

Data yang biasa ditampilkan dalam meta data yang bias ditambahkan sebagai informasi citra adalah, satelit yang digunakan, versi, sensor,  tanggal pencitraan, path dan row posisi pencitraan dilakukan, dan juga system koordinat yang digunakan.

Advertisements
IdWordpress
Warung Blogger

Blogger Hebat

Posting2 si Anak Angin